Secara keseluruhan jumlah yang pengungsi di wilayah timur ada 193 jiwa. “Kita evakuasi, karena berdasarkan informasi dari BPPTKG terjadi awan panas guguran Gunung Merapi, mulai Rabu (9/3/2022) pukul 23.18 WIB,” terang Wahyu.
Saat ini, warga yang belum mengungsi berada di wilayah Srunen, dan Singlar. Mereka memilih untuk bersiaga, dan berada di tepi jalan. Sehingga ketika ada guguran awan panas dari puncak Gunung Merapi, mereka bisa langsung bergerak ke tempat yang lebih aman.
Masyarakat yang tinggal di wilayah tengah, yakni Umbulharjo, hingga Ngrangkah, juga sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu harus mengungsi. Hujan abu tipis terjadi di wilayah Ngrakah.












