Example floating
Example floating
Daerah

Menyebarkan Kata-Kata Tak Senonoh Terhadap Polri, Pemuda Asal Tambakboyo Diamankan Tim Siber Polres Tuban

A. Daroini
×

Menyebarkan Kata-Kata Tak Senonoh Terhadap Polri, Pemuda Asal Tambakboyo Diamankan Tim Siber Polres Tuban

Sebarkan artikel ini


Tuban, memo.co.id

Menyebarkan ujaran kebencian dengan menyerang kata-kata tak senonoh terhadap institusi Polri di media sosial Facebook, Asrofie (21) pemuda warga Desa Pulogede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diamankan Tim Siber Patroli Satreskrim Polres Tuban.

Baca Juga: Awalnya YAKUZA MANEGES Kediri Telah Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Kredit Fiktif Oknum Polisi

Dalam press release, pada Rabu, (2/8/2017) Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad, SH, SIK, MH, mengatakan, Pemilik akun Facebook Asrofie Jack Dunhil salah satu pelaku penyebaran kebencian melalui akun Facebook telah kita amankan beserta barang buktinya.

“Pelaku kita amankan karena telah melakukan penyebaran ujaran kebencian lewat akun Facebook miliknya dengan berkomentar di grup fecebook Tuban dengan kata-kata pelecehan yang tidak pantas yang ditujukan kepada institusi Polri.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Peristiwa tersebut bermula pada selasa (1/8/2017) sekitar pukul 20.10 WIB, salah satu akun Facebook atas nama Sholahudin Ali memposting foto Seorang Polisi yang sedang menggendong calon jamaah haji asal Kecamatan bangilan dengan keterangan tulisan “SubhanAllah semoga Bpk Polisi ini bisa hajji juga Aamin,” beber Kapolres.

kapolres ,melanjutkan , dalam postingan tersebut Asrofie Jack Dunhil berkomentar, pencitraan pada dasare polisi iku as*** yen ono baloong mesti kruyuk’an (pencitraan pada dasanya polisi itu anj***g kalau ada tulang pasti berdatangan).

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

“Tidak hanya itu tersangka juga berkomentar, Hhh sampeyan weroooh endog goblooock lheee. Eoo iku jeroanne polisi kui. wes banget apalle aku nk uoong ngunu aee. bondo poto digawe pencitraan, masio as** eoo isoo mlebu Masjid pak (Hhh kamu tau dalamnya telur bodoh lheee. ya itu dalamnya polisi. Aku sudah hafal banget kalau orang seperti itu aja. Modal foto buat pencitraan, anj**g aja bisa masuk masjid pak),” beber Fadly Samad.