NGANJUK,MEMO – Tidak selamanya terpuruk. Begitu ucapan Direktur Utama ( Dirut) Perumda Aneka Usaha ( PDAU) Kabupaten Nganjuk, Joko Widiyantoro,SE saat ditemui wartawan memo.co.id di ruang kerjanya hari ini ( Jumat,03/10/2025).
Awal pembicaraan itu mengisyaratkan bahwa PDAU optimis akan bisa bangkit dari tidur panjangnya. Untuk mencapai puncak seperti apa upayanya ?. Begini strategi yang diterapkan Joko Widiyantoro.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

Digambarkan oleh Joko W bahwa kondisi sebenarnya PDAU saat ini ibarat mesin tingkat kerusakannya cukup berat. Untuk bisa mengoptimalkan fungsi mesin penggerak PDAU tidak ada cara lain kecuali harus ” Tune Up ”. Seluruh rangkaian komponen mesin penggeraknya harus diperbaiki.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Dan itu dibuktikan oleh mantan anggota DPRD Nganjuk dua periode dari PAN ini. Jurus pembukaan yang dipakai fokus pada perubahan sistem dan peningkatan mutu kinerja karyawan yang bekerja di tiga bidang usaha unggulan PDAU. Yaitu perhotelan, perkebunan dan apotik sejahtera Kertosono.

Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa
Seperti apa hasilnya. Ini pengakuan Satriyo Pamungkas selaku Kepala Unit Apotik Sejahtera Kertosono dan Joko Susanto selaku Manager Hotel Wisata Karya Sawahan.
Perubahan real terkini di apotik sejahtera kertosono diakui Satriyo Pamungkas cukup signifikan. Diantaranya kini dari Perusahaan Besar Farmasi ( PBF) sudah bisa menerima order belanja dari apotik. Sebelumnya terkunci. Karena pembayaran order belanja dari apotik ke pihak PBF sempat tersendat beberapa bulan.

Satu lagi masih kata Satriyo setelah ada pergantian SDM di apotik khususnya bagian IT kini masalah klaim ke BPJS tidak ada gendala. Karena karyawan yang baru ini bisa entry data ke BPJS. Sehingga tiga bulan layanan resep BPJS yang sempat tidak bisa diklaim ke BPJS kini sudah terbayar senilai puluhan juta.
” Dari uang hasil klaim itu sekarang bisa diputar untuk order belanja obat ke PBF dan bisa untuk gaji karyawan. Dulu sebelum di pegang Dirut yang baru ini setiap gajian karyawan selalu hutang ke kantor pusat,” terang Satriyo Pamungkas.
Alhamdulillah lebih jelas disampaikan Satriyo untuk anggaran gaji karyawan di bulan Oktober sebesar Rp 13 juta sudah mampu terbayar. Tidak lagi hutang ke kantor . Itu terukur dari omset penjualan mengalami peningkatan.

Inovasi lain disampaikan juga oleh Satriyo. Bahwa PDAU dalam waktu dekat ini akan membuka layanan klinik 24 jam. Dokter spesialisnya sudah ready. ” Ini masih proses penataan gedung. Tempat layanan klinik satu lokasi dengan apotik,” jelas Satriyo.
Peningkatan omset masih kata Satriyo tentunya tidak terlepas dari sistem. Setelah dipegang p Joko, jadwal buka apotik berubah. Satu Minggu full buka. Buka jam 07.00 tutup pukul 21.00 WIB.
Hal senada dikatakan Manager Hotel Wisata Karya, Joko Susanto. Sejak pergantian Dirut baru ini mentargetkan seluruh fasilitas hotel harus dibenahi. Interior dan eksterior hotel harus bersih rapi sedap dipandang mata. Termasuk tugas karyawan harus sesuai porsinya masing masing.

” Omset hotel bersumber dari sewa kamar tamu yang bermalam dan sewa gedung hall untuk rapat dinas dan umum. Alhamdulillah rata rata omset setiap bulan tidak mengalami penurunan. Mudah mudahan dengan Dirut baru ini bisa meningkat,” terang Joko Susanto.
Untuk sektor perkebunan omset masuk sekali setiap tiba musim panen cengkeh. ” Saya belum berani merencanakan bisnis sebelum pengawas PDAU dilantik,” pungkas Dirut PDAU, Joko Widiyantoro. ( Adi)












