Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Dawuhan, Banyumas, Jawa Tengah, untuk menjadi salah satu kopdes percontohan di Indonesia.
Dorongan ini tak lepas dari lokasi strategis Kopdes Dawuhan yang hanya berjarak 200 meter dari makam Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto dan tokoh penting dalam sejarah koperasi di Banyumas.
Baca Juga: Serapan Produk UMKM Pemerintah Terganjal, Menteri Maman Akui Evaluasi Menyeluruh Mendesak
“Diharapkan, semoga semangat beliau bisa menular ke Kopdes Merah Putih di Dawuhan ini,” ujar Menkop dikutip dari siaran pers di Jakarta, Minggu (22/6/2025).
Dalam acara soft launching percontohan Kopdes Merah Putih Dawuhan di Kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6), Budi Arie menjelaskan bahwa Banyumas memiliki sejarah panjang dalam gerakan koperasi.
Baca Juga: Pemerintah Dorong UMKM Produksi Becak Listrik! Kini Lebih Canggih dengan Sensor & Aplikasi
Kota ini menjadi tempat berdirinya koperasi pertama di Hindia Belanda pada tahun 1895 oleh Raden Aria Wirjaatmadja. Budi Arie pun mengapresiasi pendirian dan pengembangan Kopdes Merah Putih Dawuhan yang diprakarsai oleh para notaris dan tim pengurus desa. “Kearifan lokal harus tetap dijaga. Ini ciri khas Banyumas,” tegasnya.
Target Ambisius dan Dorongan Digitalisasi
Menkop Budi Arie menargetkan Kopdes Merah Putih Dawuhan menjadi juara satu Koperasi Desa nasional tahun depan. Target ini disertai syarat ketat: memiliki anggota minimal setengah dari warga desa dan mencapai keuntungan minimal Rp1 miliar per tahun.
Lebih lanjut, Budi Arie menekankan pentingnya inovasi dalam operasional kopdes, dengan penerapan sistem transaksi cashless dan digitalisasi untuk memudahkan operasional serta meningkatkan transparansi. Ia menyatakan telah membuktikan sendiri efektivitas transaksi digital menggunakan QRIS dan berharap seluruh Kopdes Merah Putih mengadopsinya.
Pemerintah sendiri menargetkan pengoperasian Kopdes Merah Putih secara luas dapat berjalan cepat, terukur, dan terorganisir dengan baik. Ada tiga indikator utama pengawasan: tercatat, terukur, dan terdampak. Keberhasilan koperasi ini, menurut Budi Arie, akan diukur dari dampaknya terhadap masyarakat desa.
“Koperasi menggerakkan ekonomi dari akar rumput, agar kemiskinan di desa bisa berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tutupnya.
Target pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih telah tercapai. Kopdes Merah Putih rencananya akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.












