MEMO – Sebuah kisah luar biasa tercipta di panggung final BNP Paribas Terbuka, Minggu (16 Maret 2025), ketika petenis belia berbakat, Mirra Andreeva, berhasil menorehkan kemenangan gemilang. Pemain yang baru berusia 17 tahun ini sukses menundukkan unggulan teratas, Aryna Sabalenka, melalui pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 2-6, 6-4, 6-3.
Pertandingan dimulai dengan tekanan dahsyat dari Sabalenka yang tampil sangat agresif sejak awal. Namun, ketenangan serta kepiawaian Andreeva dalam membaca permainan secara perlahan membantunya membalikkan keadaan secara dramatis, menghadirkan kejutan bagi para penonton.
Baca Juga: Sabalenka Bantai Keys di Indian Wells
Set pertama sepenuhnya dikuasai oleh Sabalenka yang melancarkan serangan-serangan mendalam, membuat Andreeva kesulitan untuk mengembangkan permainannya. Meskipun sempat terlihat frustrasi, semangat juang Andreeva tidak luntur sedikit pun.
Memasuki set kedua, Andreeva mulai menemukan sentuhan terbaiknya. Pukulan-pukulan tajam dan pergerakan lincahnya di lapangan berhasil mengejutkan Sabalenka. Kunci keberhasilannya merebut set ini terletak pada pukulan forehand mematikan yang dilancarkannya sepanjang garis lapangan.
Baca Juga: Impian Megawati Bawa Red Sparks Juara Liga Voli Korea Kandas di Tangan Pink Spiders
Momentum positif terus berpihak pada Andreeva di set ketiga. Ia tampil dengan keyakinan yang lebih tinggi dan mengambil inisiatif serangan sejak awal. Meskipun harus menghadapi tekanan berat dari Sabalenka yang berusaha bangkit, Andreeva mampu mempertahankan keunggulannya dengan sangat baik.
Sebuah pukulan slice cerdik menjadi momen krusial yang menyelamatkan Andreeva dari break point penting. Sejak saat itu, kepercayaan dirinya semakin meningkat, membantunya menghadapi perlawanan sengit dari Sabalenka.
Baca Juga: Magpies Bungkam Liverpool dan Raih Gelar Pertama Setelah Setengah Abad Lebih
Dengan kemenangan bersejarah ini, Andreeva tercatat sebagai juara termuda BNP Paribas Terbuka sejak Serena Williams meraihnya pada tahun 1999. Prestasi ini juga menjadikannya petenis berusia 17 tahun pertama yang berhasil mengalahkan pemain peringkat satu dunia di final turnamen WTA sejak tahun 2005.
Sementara itu, Sabalenka harus menerima kenyataan menjadi runner-up setelah gagal meraih gelar perdananya di Indian Wells. “Saya mengakui kehebatan Andreeva dan mengucapkan selamat atas penampilannya yang luar biasa sepanjang turnamen ini,” ujar Sabalenka melalui BNP Paribas Official.
Kemenangan ini semakin memperpanjang rekor kemenangan beruntun Andreeva menjadi 12 pertandingan.












