“Saya telah berkali-kali menyatakan bahwa saya tidak akan menerima tawaran untuk menjadi menteri. Hal ini bertujuan untuk membedakan antara sikap politik dan penghormatan terhadap pemenang. Saya menghormati pemenang, tetapi secara politik, kami lebih baik berada di luar pemerintahan,” tegas Ganjar.
Ganjar juga menyatakan bahwa sikapnya ini kemungkinan akan sejalan dengan keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga cenderung akan menjadi bagian dari oposisi. Meskipun hingga saat ini, PDIP belum mengambil keputusan apakah akan menjadi bagian dari oposisi atau koalisi.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
“Belum ada keputusan yang diambil, tetapi melihat pernyataan-pernyataan Bu Mega, rasanya keputusan kami adalah berada di luar pemerintahan,” tambah Ganjar.
Komitmen Ganjar Pranowo Sebagai Oposisi yang Konstruktif dan Beretika: Menegaskan Jalur Parlemen Sebagai Sarana Kritik dan Pengawasan Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran
Ganjar Pranowo telah secara resmi menyatakan dirinya sebagai bagian dari oposisi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, setelah mengalami kekalahan dalam Pemilihan Presiden 2024. Dalam acara halal bihalal Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Ganjar menegaskan bahwa meskipun menjadi oposisi, ia tetap akan menjaga tingkat penghormatan terhadap pemerintahan yang berkuasa.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Dengan tegas, ia menyatakan bahwa tidak akan bergabung dalam struktur pemerintahan yang baru terbentuk. Komitmennya untuk melakukan kritik yang konstruktif pun disuarakan, dengan menegaskan bahwa jalur parlemen adalah wadah yang tepat untuk menyuarakan keberatan dan melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah. Selain itu, Ganjar menegaskan bahwa moralitas politik haruslah dijaga, serta semua pihak harus saling menghormati satu sama lain dalam ranah politik.
Meskipun belum ada keputusan resmi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait menjadi oposisi atau koalisi, Ganjar menyatakan bahwa sikapnya kemungkinan akan sejalan dengan PDIP yang cenderung akan berada di luar pemerintahan. Dengan demikian, Ganjar Pranowo menegaskan komitmennya sebagai oposisi yang konstruktif dan beretika, siap untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.












