Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Peningkatan Kapasitas Admin Halo MasBup Penting, Ini Terobosan Diskominfo Kab Kediri

A. Daroini
×

Peningkatan Kapasitas Admin Halo MasBup Penting, Ini Terobosan Diskominfo Kab Kediri

Sebarkan artikel ini
Mengapa Peningkatan Kapasitas Admin Halo MasBup Kediri Sangat Penting, Ini Terobosan Diskominfo

Kediri, Memo

Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menghilangkan ego sektoral antar instansi. Hal ini sangat krusial ketika menangani aduan masyarakat yang seringkali melibatkan lintas sektor pelayanan.

Baca Juga: Pelatihan Penanganan Stroke Tenaga Kesehatan Kediri Tekan Risiko Kematian

Sekretaris Daerah Mohamad Solikin yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan cara pandang baru terkait keluhan publik. Pengaduan dari masyarakat harus dilihat sebagai sumber informasi berharga dan bukan sekadar keluhan biasa.

“Dari aduan tersebut kita bisa mengetahui persoalan nyata di masyarakat beserta hambatan pelayanannya. Hal ini membuat pemerintah tahu pasti apa saja yang harus segera diperbaiki,” ujar Mohamad Solikin.

Baca Juga: Cara Pemkab Kediri Naikkan PAD Lewat Inovasi Digitalisasi Untuk Kemandirian Fiskal Daerah

“Dalam penanganan pengaduan ini sama sekali tidak boleh ada ego sektoral. Sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah adalah kunci utama agar setiap masalah tuntas,” tambahnya.

Langkah Evaluasi dalam Peningkatan Kapasitas Admin Halo MasBup Kediri

Lokakarya bertajuk Sinergi Penyelesaian Aduan dan Optimalisasi Standar Pelayanan ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk mengevaluasi kemampuan para admin secara mendalam.

Baca Juga: Bantuan Rombong Kontainer Bupati Kediri Mas Dhito Bikin Lapak Bunga Mbah Minem Makin Menarik

Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri Diana Herawati menjelaskan tujuan teknis dari pelatihan tersebut. Para admin didorong untuk lebih memahami cara mengelola platform layanan aduan secara optimal dan terstruktur.

“Peserta wajib mengikuti berbagai agenda penting yang dimulai dari sesi pre-test hingga post-test. Kami juga memberikan pemaparan materi, diskusi kelompok terkait evaluasi penanganan, hingga sosialisasi Standar Operasional Prosedur,” kata Diana Herawati.