MEMO – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengungkapkan rencana untuk menambah jumlah tenaga pendamping desa guna mempercepat kemajuan desa di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya di lokasi pengungsian korban bencana alam di Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (23/12/2024).
“Jumlah tenaga pendamping desa saat ini belum mencukupi dibandingkan total jumlah desa secara nasional,” ujar Yandri pada Sabtu (28/12/2024). Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 75 ribu desa, tetapi tenaga pendamping desa yang tersedia baru mencapai 35 ribu orang.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
“Masih ada kekurangan 41 ribu tenaga pendamping desa jika mengacu pada prinsip satu desa satu pendamping,” tambahnya.
Yandri menjelaskan bahwa rencana penambahan jumlah tenaga pendamping ini masih dalam tahap perumusan, terutama terkait pengalokasian anggaran. Menurutnya, Kemendes menghadapi tantangan keterbatasan dana untuk menggaji tambahan tenaga pendamping desa.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan alokasi anggaran karena kebutuhan ini memerlukan dana yang tidak sedikit,” jelasnya.
Selain fokus pada penambahan jumlah pendamping, Yandri juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme tenaga pendamping desa, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan inisiatif Astacita. Ia berharap keberadaan tenaga pendamping desa yang lebih banyak dan lebih profesional dapat mengoptimalkan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Yandri juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dana desa untuk mendukung program ketahanan pangan. “Dana desa dapat digunakan paling sedikit 20 persen dari total alokasi untuk mendukung program swasembada pangan dan penyediaan makanan bergizi gratis,” ungkapnya.
Langkah ini, lanjut Yandri, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendorong kemajuan di desa-desa melalui penguatan program yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.
“Kami akan terus berupaya mengembangkan desa-desa di seluruh Indonesia melalui langkah strategis seperti ini,” tutupnya.












