Example floating
Example floating
Tekno Digi

Membangun Brand Voice yang Menghasilkan Pelanggan Loyal Tanpa Mengandalkan Promo

A. Daroini
×

Membangun Brand Voice yang Menghasilkan Pelanggan Loyal Tanpa Mengandalkan Promo

Sebarkan artikel ini
Membangun Brand Voice yang Menghasilkan Pelanggan Loyal Tanpa Mengandalkan Promo

Memo.co.id

Mendapatkan pelanggan yang loyal bukanlah tugas yang mudah bagi bisnis manapun. Namun, sebuah video di platform YouTube berhasil memberikan panduan kepada para pemilik usaha tentang bagaimana membangun brand voice yang sukses, tanpa harus mengandalkan promo.

Baca Juga: 5 Rahasia Membangun Agen AI Canggih di Copilot Studio: Bukan Sekadar Bot, tapi Otak Digital Bisnis Anda

Dalam video berjudul “Bikin Customer Loyal, BUKAN Pake PROMO! | Bangun Brand Voice” yang diunggah oleh channel “Learn from Bareng Gue Funny,” penonton diajak untuk menelusuri langkah-langkah penting dalam membangun brand voice yang kuat.

Brand voice, menurut video tersebut, menjadi kunci utama dalam menjalin hubungan yang erat dengan pelanggan dan membangun kepercayaan. Dengan menggunakan brand voice yang tepat, sebuah merek dapat mengelola kepercayaan konsumen dengan lebih baik.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Bahkan, survei telah membuktikan bahwa brand voice dapat meningkatkan keputusan pembelian hingga 32%. Oleh karena itu, menentukan gaya komunikasi merek yang konsisten sangatlah penting.

Salah satu contoh keberhasilan membangun brand voice yang kuat adalah Coca-Cola, yang telah bertahan sejak tahun 1886. Coca-Cola berhasil menciptakan identitas merek yang unik dan dikenal oleh khalayak dengan tipografi khas dan warna merah yang mencolok.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Selain itu, gaya komunikasi Coca-Cola yang ramah, hangat, dan bahagia telah membangun koneksi emosional dengan para konsumennya.

Video tersebut juga memberikan langkah-langkah praktis dalam mengembangkan brand voice yang sukses, sebagaimana yang telah diterapkan oleh Coca-Cola.

Langkah pertama adalah mengenali audiens dengan baik, termasuk jenis kelamin, demografi, usia, pendapatan, dan pengeluaran bulanan mereka. Dengan pemahaman yang mendalam tentang audiensnya, sebuah merek dapat membangun persona yang sesuai dengan pelanggan potensialnya.

Langkah selanjutnya adalah menentukan kepribadian merek yang cocok dengan audiensnya. Dove merupakan contoh sukses dalam mengembangkan kepribadian merek yang mengakomodasi kecantikan unik setiap perempuan. Dove juga telah berhasil membangun gerakan empowerment yang membuat audiensnya merasa terlibat secara emosional.