Sambil menunggu datangnya pembeli, Mbah Kasiyo sempat menceritakan sekelumit perjalanan hidupnya sampai dipuncak usianya sekarang yaitu sudah 70 tahun. Sebelum jualan bakso dari tahun 90 an pernah jadi seniman ludruk sebagai pelawak.

” Putro kulo enem putu sekawan. Sedoyo pun Imah imah. Sakmeniko kulo derek yogo kulo ten Ngepung Sendang Gogor, sampun kalih tahunan. Sak derenge manggen Ten Sumberjo Ngringin. Mergi istri Kulo pun kapundut akhire Kulo hijsrah,” ucap Mbah Kasiyo dengan sorot mata berkaca kaca.
Sementara itu dikatakan Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina saat di klarifikasi lewat pesan singkat di nomor WhatsApp perihal Mbah Kasiyo
memang masih warga Ngringin.
Baca Juga: 6 Tahun Jalan Desa Jeblok, Warga Tempel Nekat Gelar Aksi Tanam Ratusan Pohon Pisang Di Jalan
” Untuk kepastian data Mbah Kasiyo terima bantuan atau tidak coba saya cari tahu dulu ke pamong ,” pesan singkat Ika Agustina lewat WhatsApp.
Diakui Ika Agustina memang status Mbah Kasiyo adalah sebatangkara semenjak ditinggal istrinya meninggal dunia.
Baca Juga: Kondisi Situs Peradaban Jawa Kuno Di Baron Kurang Terawat, Begini Tanggapan Pemerhati Budaya....

” Karena tidak ada yang merawat , sekarang hidup bersama anaknya di Sendang Gogor sudah hampir tiga tahun,” papar Ika Agustina.
Diinformasikan juga bahwa Pemerintah terus memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang beruntung melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN).
Dengan adanya inisiatif ini, peserta BPJS Kesehatan yang berasal dari golongan miskin dan tidak berdaya tidak perlu membayar iuran karena seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah. ( Adi )












