MEMO – Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan salah satu kunci utama untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. Menurut pengamat kesehatan, olahraga yang dilakukan secara rutin dengan intensitas yang terus meningkat dapat menjadi ikhtiar untuk memperpanjang usia.
Dalam diskusi bersama Pro3 RRI pada Minggu (9/2/2025), Praktisi dan Pengamat Kesehatan, dr. Muhammad Fajri Addai, menjelaskan bahwa olahraga harus dilakukan secara rutin dengan peningkatan intensitas yang bertahap.
Baca Juga: Klasemen Medali Olimpiade Paris 2024: Siapa Saja yang Unggul?
“Olahraga bukan hanya soal rutinitas, tetapi juga harus meningkat dan dilakukan secara berulang dengan kualitas yang baik,” ujarnya.Menurut dr. Fajri, durasi olahraga yang disarankan adalah 30 hingga 50 menit per sesi. Selain itu, target detak jantung saat berolahraga juga harus diperhatikan, yaitu 70-80% dari detak jantung maksimal.
Bagi yang tidak memiliki alat pemantau detak jantung, ada cara sederhana untuk mengetahui apakah olahraga yang dilakukan sudah mencapai intensitas yang tepat, yaitu dengan “Talk Test” atau Tes Berbicara.
“Jika setelah berolahraga kamu merasa sulit berbicara dalam satu kalimat penuh, berarti target detak jantung sudah tercapai,” jelasnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu meluangkan waktu berolahraga, meskipun hanya dalam durasi singkat. Namun, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna menyesuaikan jenis dan intensitas olahraga yang aman bagi tubuh mereka.
Menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup bukan hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga berkontribusi pada umur yang lebih panjang dan kualitas hidup yang lebih baik.












