Example floating
Example floating
JatimPeristiwa

Masuk Hutan Jati, Berburu Ular Dapat Tengkorak Manusia

A. Daroini
×

Masuk Hutan Jati, Berburu Ular Dapat Tengkorak Manusia

Sebarkan artikel ini
Masuk Hutan Jati, Berburu Ular Dapat Tengkorak Manusia

Sumenep, Memo

Warga Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di hutan jati Dusun Bates Barat.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

“Mayat itu sulit dikenali karena sudah tinggal tulang tengkoraknya saja. Mayat ditemukan warga di sebuah hutan jati,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (8/6/2022).

Mayat itu pertama kali ditemukan Mukawi (70), warga setempat saat mencari musang dan ular di sekitar TKP. Ia melihat sesosok mayat yang tinggal tengkorak di dalam hutan jati. Ia pun menghubungi Ach. Syafi’i, warga setempat yang menyatakan Pujiati, ibunya hilang 41 hari lalu.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Syafi’i bersama warga sekitar dan anggota Polsek Lenteng pun menuju lokasi untuk melihat apakah benar itu mayat ibunya yang hilang lebih dari sebulan lalu.

“Saat melihat mayat yang tinggal tengkorak itu, Syafi’i meyakini bahwa itu ibunya dari beberapa ciri. Diantaranya, gelang berwana silver yang dipakai di tangan kiri, kemudian tongkat kayu dari kayu randu yang dipakai setiap hari oleh ibunya. Selain itu, melihat dari bentuk tempurung kepala, Syafi’i yakin bahwa itu ibunya yang hilang sejak 29 April 2022,” papar Widiarti.

Baca Juga: Situasi Panas Geger Di Gresik Kota Baru Oknum Perguruan Silat Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Motor Ringsek Dan Polisi Buru Pelaku

Mayat itu pun kemudian dievakuasi keluarganya dan dimakamkan. Keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan otopsi dan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum. “Pernyataan keberatan otopsi jenazah itu ditulis dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani keluarga korban,” terang Widiarti