Example floating
Example floating
Internasional

Mantan Bos Raksasa Chip China Dihukum Mati Atas Skandal Korupsi Triliunan

A. Daroini
×

Mantan Bos Raksasa Chip China Dihukum Mati Atas Skandal Korupsi Triliunan

Sebarkan artikel ini
Mantan Bos Raksasa Chip China Dihukum Mati Atas Skandal Korupsi Triliunan

MEMO —

Babak kelam dunia teknologi dan korporasi di China mencapai puncaknya. Pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati dengan penangguhan selama dua tahun kepada Zhao Weiguo, mantan pucuk pimpinan perusahaan teknologi dan semikonduktor terkemuka, Tsinghua Unigroup. Keputusan tegas ini diumumkan pada Rabu (14/5/2025) setelah Zhao dinyatakan terbukti bersalah dalam serangkaian tindak pidana korupsi dan penggelapan dana perusahaan dalam skala masif.

Baca Juga: JUALAN TERPURUK! China dan India Tinggalkan Batu Bara RI, Industri Tambang Pusing Tujuh Keliling!

Putusan yang dibacakan di pengadilan wilayah Jilin, China timur laut, mengungkapkan bahwa Zhao terjerat dalam praktik penggelapan aset negara dalam jumlah fantastis, mengeruk keuntungan pribadi secara tidak sah, serta dengan sengaja melakukan tindakan yang merugikan kepentingan perusahaan publik tempatnya bernaung. Akibat perbuatannya, Zhao tidak hanya divonis hukuman mati yang pelaksanaannya ditangguhkan selama dua tahun, tetapi juga dicabut hak politiknya seumur hidup dan diperintahkan untuk menyita seluruh aset pribadinya. Informasi ini dihimpun dari laporan CNA pada Rabu.

Dalam amar putusannya, pengadilan menjelaskan bahwa hukuman mati tersebut baru akan dieksekusi apabila Zhao kembali melakukan tindak kejahatan selama masa penangguhan. Jika tidak, setelah dua tahun berlalu, hukuman tersebut akan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Selain hukuman badan, Zhao juga diwajibkan membayar denda sebesar 12 juta yuan, yang setara dengan sekitar Rp 27,4 miliar.

Baca Juga: Skandal Raksasa Mega Korupsi Timah, Pemilik Sriwijaya Air, Hendry Lie Divonis 14 Tahun Bui

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa kerugian negara akibat tindakan korupsi Zhao mencapai angka yang mencengangkan, yakni lebih dari Rp 2 triliun. Modus operandinya melibatkan penyalahgunaan wewenang untuk mengakuisisi properti yang seharusnya menjadi milik perusahaan dengan harga yang jauh di bawah nilai pasar. Tak hanya itu, Zhao juga terbukti secara ilegal menguasai aset negara senilai 470 juta yuan atau setara dengan Rp 1 triliun.

Rekam jejak Zhao Weiguo menunjukkan bahwa ia merupakan alumni Universitas Tsinghua, sebuah institusi pendidikan tinggi yang sangat prestisius di Beijing. Karirnya di Tsinghua Unigroup dimulai pada tahun 1993, mengingat perusahaan tersebut memiliki keterkaitan historis dengan universitas almamaternya. Langkahnya di perusahaan terus menanjak hingga menduduki posisi puncak kepemimpinan dari tahun 2009 hingga akhirnya ia menjadi subjek penyelidikan pada tahun 2022.

Baca Juga: Terungkap! 'Dog Fight' 1 Jam di Langit Kashmir: Jet Tempur China 'Sikat' 3 Rafale India

Pengadilan juga mendapati bahwa Zhao bekerja sama dengan seorang kaki tangannya dalam menjalankan aksinya. Mereka memanfaatkan posisi strategis Zhao untuk membeli berbagai layanan dari perusahaan yang terafiliasi dengan harga yang jauh lebih tinggi dari nilai sebenarnya, sehingga mengakibatkan kerugian negara yang sangat signifikan.

“Terdakwa Zhao Weiguo telah menggelapkan sejumlah uang yang luar biasa besar dan menyebabkan kerugian yang sangat serius bagi kepentingan nasional, sehingga pantas untuk dijatuhi hukuman mati,” tegas pihak pengadilan dalam pernyataan resminya. Kendati demikian, pengadilan mempertimbangkan faktor kooperatif Zhao selama proses hukum dan pengembalian sebagian besar hasil kejahatannya sebagai alasan penangguhan hukuman mati.

Seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada hari Rabu, di bawah kepemimpinan Zhao, Tsinghua Unigroup sempat menjelma menjadi salah satu produsen chip terkemuka di Negeri Tirai Bambu melalui serangkaian akuisisi ambisius. Namun, ekspansi agresif ini juga meninggalkan perusahaan dengan beban utang yang sangat besar. Puncaknya terjadi pada tahun 2020, ketika perusahaan gagal membayar sejumlah obligasi yang berujung pada restrukturisasi besar-besaran dan perubahan kepemilikan. Kasus korupsi yang menjerat Zhao sendiri pertama kali mencuat ke permukaan dan ia didakwa secara resmi pada tahun 2023.

Hukuman Mati Zhao Weiguo, Korupsi Tsinghua Unigroup , Skandal Chip China