Example floating
Example floating
DaerahJatim

Lumpuhkan Jalur Wisata Ratusan Tukang Becak Wisata Makam Sunan Bonang Tuban Gelar Demo Menuntut Keadilan Nasib

Avatar
×

Lumpuhkan Jalur Wisata Ratusan Tukang Becak Wisata Makam Sunan Bonang Tuban Gelar Demo Menuntut Keadilan Nasib

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id, TUBAN –  Kawasan wisata religi di Bumi Wali mendadak mencekam setelah ratusan tukang becak wisata Makam Sunan Bonang Tuban gelar demo di sepanjang jalur utama menuju komplek pemakaman. Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini merupakan puncak dari kekecewaan para pengais rezeki roda tiga tersebut terhadap kebijakan tata kelola transportasi wisata yang dianggap tidak berpihak pada mereka. Dengan memarkirkan ratusan becak di tengah jalan, massa menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap regulasi yang ada. Para pendemo merasa ruang gerak mereka semakin sempit akibat adanya aturan jalur baru yang justru menjauhkan mereka dari jangkauan para wisatawan atau peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Pemicu Utama Aksi Mogok Massal di Kawasan Wisata Religi Sunan Bonang


 Ketegangan di pusat wisata religi Tuban ini pecah akibat adanya akumulasi keresahan para abang becak selama beberapa bulan terakhir. Saat ratusan tukang becak wisata Makam Sunan Bonang Tuban gelar demo, mereka menyuarakan keluhan mengenai penurunan pendapatan yang drastis. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan rute parkir bus wisata yang dinilai lebih menguntungkan moda transportasi lain atau memaksa wisatawan untuk berjalan kaki melewati jalur yang berbeda. Hal ini membuat jasa becak yang selama puluhan tahun menjadi penopang ekonomi lokal seolah terpinggirkan oleh sistem baru yang diterapkan oleh pengelola kawasan.

Baca Juga: Geger Puluhan Murid SD di Tulungagung Alami Keracunan Diduga Karena MBG Hingga Dilarikan ke Puskesmas Terdekat di Tahun 2026

Massa aksi juga menyoroti masalah tarif dan pembagian zonasi yang dianggap tidak adil. Mereka meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan untuk lebih tegas dalam mengatur operasional transportasi di area wisata. Tanpa adanya perlindungan terhadap moda transportasi tradisional, para pengemudi becak khawatir profesi mereka akan hilang ditelan kebijakan yang hanya mementingkan estetika kota tanpa memikirkan nasib perut rakyat kecil. Orasi demi orasi diteriakkan di tengah cuaca yang terik, menunjukkan betapa seriusnya tuntutan yang mereka bawa ke jalanan hari ini.

Pihak keamanan dari Polres Tuban pun dikerahkan untuk menjaga agar aksi tetap berjalan kondusif dan tidak anarkis. Mediasi sempat dilakukan di pinggir jalan, namun massa bersikeras untuk tetap bertahan hingga ada keputusan hitam di atas putih dari pihak berwenang. “Kami ini hanya cari makan dari peziarah, kalau jalurnya dialihkan dan kami tidak dapat penumpang, anak istri kami mau makan apa?” teriak salah satu koordinator aksi di tengah kerumunan massa yang emosional.

Baca Juga: 3 Fakta Viral WNA Italia di Ponorogo yang Disebut Menikah Ternyata Hanya Ikrar Mualaf di KUA Ngrayun

Konflik antara transportasi tradisional dan kebijakan modernisasi kawasan wisata memang sering terjadi di berbagai daerah. Namun di Tuban, becak memiliki nilai historis dan sosiologis yang sangat kuat bagi keberlangsungan wisata Sunan Bonang. Pemerintah Kabupaten Tuban diharapkan segera mengambil langkah tengah yang bisa mengakomodasi kepentingan penataan wisata sekaligus menjamin keberlangsungan pendapatan para abang becak ini agar roda ekonomi masyarakat bawah tetap berputar.

Baca juga berita seputar perkembangan wisata religi di Jawa Timur lainnya

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Dampak Aksi Ratusan Tukang Becak Wisata Makam Sunan Bonang Tuban Gelar Demo bagi Peziarah

Lumpuhnya aktivitas transportasi lokal akibat ratusan tukang becak wisata Makam Sunan Bonang Tuban gelar demo sangat dirasakan oleh para peziarah. Banyak lansia dan rombongan keluarga yang kebingungan karena biasanya mereka mengandalkan jasa becak untuk menuju gerbang makam. Situasi ini memaksa mereka berjalan kaki di bawah terik matahari, yang tentu saja mengurangi kenyamanan berwisata religi di Tuban. Pengelola wisata diharapkan segera memberikan solusi darurat agar pelayanan terhadap tamu mancanegara maupun domestik tidak semakin memburuk.

 Kejadian di mana ratusan tukang becak wisata Makam Sunan Bonang Tuban gelar demo ini adalah potret nyata perlunya dialog yang inklusif dalam setiap kebijakan publik. Wisata religi yang maju seharusnya tidak mengorbankan masyarakat kecil yang telah menjadi bagian dari ekosistem tersebut selama bertahun-tahun. Semoga mediasi antara pemerintah dan paguyuban becak segera membuahkan hasil yang adil bagi semua pihak, sehingga pariwisata Tuban dapat kembali normal dan harmonis di masa depan.

Pantau regulasi transportasi darat di laman Kemenhub RI.

FAQ

Mereka memprotes kebijakan pengaturan jalur dan zonasi wisata yang dianggap menurunkan pendapatan jasa becak.

Akses jalan tidak ditutup total, namun transportasi becak tidak beroperasi sehingga peziarah harus berjalan kaki.

Dinas terkait sedang melakukan upaya mediasi dengan perwakilan paguyuban untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Massa mengancam akan terus melakukan aksi mogok hingga tuntutan mereka mengenai pengaturan jalur dikabulkan secara resmi.