MEMO – Menjelang perayaan Idulfitri 2025, Pelabuhan Tanjungkalian di Mentok mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang hendak menyeberang menuju Tanjungapi-api. Peningkatan ini mencapai angka 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada musim mudik Lebaran tahun sebelumnya.
General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bangka, Ardhy Ekapaty, mengungkapkan bahwa selama enam hari terakhir, terhitung hingga Kamis (27 Maret 2025), jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Tanjungkalian Mentok ke Tanjungapi-api, Sumatera Selatan, mencapai 21.883 orang. Pada periode yang sama tahun lalu, angka tersebut tercatat sebanyak 18.174 orang, sehingga terdapat selisih peningkatan sebanyak 3.709 orang.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Rincian penumpang tersebut meliputi 9.088 orang pejalan kaki dan 12.795 orang yang berada di dalam kendaraan. Peningkatan jumlah penumpang kendaraan pada periode ini juga menunjukkan tren kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode H-10 hingga H-5 tahun lalu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 2.300 unit, dengan rincian 926 unit sepeda motor, 1.579 unit mobil pribadi, 32 unit bus, dan 594 unit truk.
Sementara itu, pada periode yang sama tahun ini, tercatat 1.033 unit sepeda motor, 1.722 unit mobil pribadi, 127 unit bus, dan 690 unit truk. ASDP Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat pergerakan penumpang ini terjadi dalam rentang waktu 21 hingga 26 Maret 2025.
Peningkatan jumlah penumpang ini diprediksi disebabkan oleh kecenderungan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik Lebaran lebih awal. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi penumpukan penumpang di pelabuhan atau kemacetan di jalan raya pada puncak arus mudik.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Selain itu, periode ini juga bertepatan dengan peringatan Cengbeng bagi warga keturunan Tionghoa. Cengbeng merupakan tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa.
“Selama enam hari tersebut, kami melayani penumpang dengan mengoperasikan 71 trip kapal feri. Untuk data jumlah penumpang hari ini belum kami masukkan karena masih menunggu hingga trip terakhir nanti malam,” jelas Ardhy.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang terlibat dalam memberikan pelayanan selama masa mudik Idulfitri 1446 Hijriah. Ardhy juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga tiket penyeberangan kapal feri selama periode mudik maupun arus balik Idulfitri.
Pemberlakuan sistem pembelian tiket melalui aplikasi juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelayanan penyeberangan. Hal ini dikarenakan calon penumpang dapat mengatur jadwal keberangkatan mereka jauh-jauh hari.












