Example floating
Example floating
BLITAR

Lewat DBHCHT, DKPP Kabupaten Blitar Kembangkan Budidaya Cabai Off Season

Prawoto Sadewo
×

Lewat DBHCHT, DKPP Kabupaten Blitar Kembangkan Budidaya Cabai Off Season

Sebarkan artikel ini

Total lahan yang dikembangkan mencapai 16 hektare—masing-masing empat hektare untuk empat kelompok tani. Pemerintah menyediakan benih varietas tahan virus, pupuk kimia dan organik, serta mulsa plastik agar kegiatan tanam dapat berjalan sesuai jadwal.

Hingga pertengahan November, pengadaan sarana produksi masih berlangsung. DKPP menargetkan penanaman dimulai Desember 2025 dan panen berlangsung Februari–Maret 2026, periode ketika pasokan cabai biasanya menurun tajam.

Baca Juga: SLHS Terbit, IPAL Diduga Abal-Abal: SPPG Tlumpu Dikepung Pertanyaan, OPD Kota Blitar Saling Lempar Tanggung Jawab

Selain menjaga stabilitas harga, program ini diharapkan memperluas basis produksi hortikultura di Kabupaten Blitar. Meski menggunakan anggaran DBHCHT, program ini bukan bagian dari diversifikasi tembakau, melainkan penguatan produksi pangan.

Siswoyo menyebut DBHCHT sebagai peluang untuk memperkuat ketahanan pangan melalui komoditas bernilai ekonomi tinggi. Jika program tahun pertama berhasil, perluasan akan dipertimbangkan pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Respons Cepat Polres Blitar, Arena Judi Sabung Ayam di Bajang Langsung Dibongkar

Pendampingan teknis juga akan diberikan sepanjang proses budidaya, mulai dari persiapan lahan hingga panen. “Benihnya tahan virus, tetapi perawatannya tetap harus ekstra. Kami akan mendampingi penuh agar petani tidak bekerja sendiri,” jelasnya.

Pada akhirnya, budidaya cabai off season menjadi wujud komitmen Pemkab Blitar dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan petani tetap produktif sepanjang tahun. Dengan strategi menanam ketika petani lain berhenti, DBHCHT kembali berperan sebagai penggerak ekonomi desa dan penguat pasokan pangan daerah.**

Baca Juga: SPPG Tlumpu Disorot, Menu MBG di SMAN 1 Kota Blitar Dinilai Tak Layak, IPAL Bermasalah