Example floating
Example floating
Peristiwa

Ledakan Kasus Covid-19 di Kota Bandung Sebulan Tembus 10.436 Orang

A. Daroini
×

Ledakan Kasus Covid-19 di Kota Bandung Sebulan Tembus 10.436 Orang

Sebarkan artikel ini
Kasus COVID-19 di Kota Bandung Terus Bertambah Tembus 2.420 Orang

Jumlah kasus positif aktif Covid-19 di Kota Bandung tercatat tembus 10.436 kasus per 23 Februari 2022, berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung.

Jumlah tersebut mengalami penambahan sekitar 600 orang dalam beberapa hari terakhir. Jumlah kasus positif aktif mencapai 10.436 orang itu mengalami peningkatan grafik cukup cepat.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Satu bulan lalu, jumlah positif aktif di Kota Bandung tak mencapai 150 orang. Saat ini telah naik puluhan kali lipat.

Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Menurut Yana, penerapan protokol kesehatan adalah senjata ampuh untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. “Minimal gunakan masker saat beraktivitas. Insyaallah kita akan terhindar dari virus,” pesannya, Rabu (23/2/2022).

Sementara itu, kendati jumlah kasus terus meningkat, namun angka kematian akibat Covid-19 masih cukup rendah. Tercatat per tanggal hari ini mengalami penambahan dua orang meninggal, sehingga jumlah total kematian akibat Corona sejak dua tahun lalu mencapai 1.438 orang.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Tingginya kasus positif aktif di Kota Bandung hampir merata di semua kecamatan. Namun, tercatat ada 10 kecamatan dengan jumlah kasus cukup tinggi.

Dimulai Kecamatan Antapani 622 kasus, Sukajadi 609 kasus, Coblong 565, Kiaracondong 499, Buahbatu 491 kasus, Arcamanik 480 kasus, Cibeunying Kidul 414, Lengkong 406, Regol 389, dan Rancasari 381 kasus.