Tiongkok mengirimkan tiga kapal perang, yaitu fregat, kapal penjelajah, dan kapal pengisian ulang, yang berlayar di sepanjang pantai timur Australia.
Pihak Kementerian Pertahanan Tiongkok menyatakan bahwa mereka telah mengeluarkan pemberitahuan keselamatan sebelumnya, serta menegaskan bahwa latihan ini sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan tidak membahayakan penerbangan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengungkapkan bahwa pertahanan Australia telah mengetahui keberadaan kapal-kapal Tiongkok dan memantau aktivitas tersebut melalui fregat dan pengawasan udara.
Namun, baik Departemen Pertahanan Australia maupun Kantor Menteri Pertahanan belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini. Sementara itu, militer Selandia Baru melaporkan bahwa kapal-kapal Tiongkok berada sekitar 218 mil laut dari Hobart, Tasmania.
Insiden ini memunculkan kekhawatiran akan kurangnya transparansi dalam komunikasi militer di perairan internasional, serta potensi dampak diplomatik yang bisa timbul antara Australia, Selandia Baru, dan Tiongkok.
Baca Juga: Puluhan Buruh di Situbondo Gelar Aksi Unjuk Rasa Menuntut Gaji UMK












