Surabaya, Memo
Senator asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah kabupaten dan kota yang dinilai berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi secara positif dan stabil. Ia juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha dan industri yang menjadi pilar utama dalam pencapaian tersebut.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan
Berdasarkan data akhir tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat sebesar 5,03 persen. Angka ini menunjukkan performa yang solid, terutama di tengah tekanan ekonomi global. “Ini hasil kerja sama yang kuat antara semua stakeholder, terutama pemerintah daerah, dunia usaha, dan industri. Saya harap capaian ini terus dipertahankan,” ujar LaNyalla pada Selasa (29/7/2025).
Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jatim, LaNyalla juga menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan provinsi ini dalam menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data dari Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tahun 2024, Jawa Timur berada di peringkat kelima dari sepuluh provinsi dengan jumlah PHK tertinggi, dengan total 3.694 tenaga kerja terdampak.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran
Sebagai perbandingan, provinsi dengan angka PHK tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 14.501 orang, disusul Jawa Tengah (12.489), Banten (10.702), dan Jawa Barat (8.508). Di bawah Jawa Timur, terdapat Bangka Belitung (1.894), Sulawesi Tengah (1.812), Sulawesi Tenggara (1.156), Riau (1.068), dan Kalimantan Barat (786).
“Atas bukti data tersebut, saya memberi apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, serta seluruh Bupati dan Walikota di Jawa Timur. Kinerja ini patut dijaga. Kebijakan yang membantu dan memfasilitasi dunia usaha dan industri harus tetap menjadi prioritas,” tegas LaNyalla, yang juga merupakan Ketua DPD RI ke-5.
Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha. “Saya berharap Gubernur dan jajarannya terus menjalin komunikasi intensif dengan KADIN Provinsi, dan para Bupati serta Walikota juga aktif berkomunikasi dengan KADIN di kabupaten dan kota masing-masing,” pungkasnya.












