NGANJUK, MEMO – Dibalik kemeriahan perayaan bersih desa ( nyadran) di Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot,Nganjuk yang digelar hari ini ( Kamis,29/05/2025) banyak penonton mengaku kehilangan barang berharganya.Seperti handphone, dompet serta tas berisi uang dan kartu identitas.

Hilangnya barang berharga milik para korban diduga kuat karena ada aksi para copet sengaja menyusup di tengah kerumunan penonton saat acara berlangsung. Yaitu saat para warga beramai ramai rebutan tumpeng raksasa di halaman punden Mbah Gedong.
Merasa kehilangan barang berharga, akhirnya sejumlah korban sempat melapor ke pembawa acara ( MC) untuk disiarkan lewat sound sistem.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

Namun ditunggu sampai acara selesai tidak ada satupun barang yang hilang tadi diserahkan ke pemiliknya atau ke pihak panitia acara.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
” Padahal pihak panitia sebelum hari H sudah memasang banner di sejumlah titik berisi himbauan kepada para warga untuk hati hati membawa barang berharga karena banyak copet,” ujar Supriyono salah satu warga saat berada di lokasi kejadian.

Untuk diketahui , kejadian serupa juga terjadi belum lama ini di salah satu desa di wilayah Kecamatan Tanjunganom dengan acara yang sama yaitu acara bersih desa.
Barang yang hilang menurut informasi justru lebih berharga. Yaitu dua unit sepeda motor sekaligus Keduanya milik korban dari warga Desa Ngadirejo Kecamatan Tanjunganom dan satu unit lagi milik korban dari Ngringging Kediri.

Untuk mengantisipasi jangan sampai acara nyadran dibuat ajang pencurian dan pencopetan menurut pendapat para nara sumber petani aparat sangat dibutuhkan. Yaitu soal penjagaan harus lebih diperketat.
” Sudah beberapa tempat mengalami peristiwa yang sama.Oleh karena itu peran APH sangat dibutuhkan,”keterangan para nara sumber. ( Adi )












