Sukarudin terkesan dengan struktur organisasi PPDI di Sleman yang tertata rapi hingga ke tingkat kecamatan. “Struktur organisasi PPDI di sana tertata rapi sampai ke tingkat kecamatan. Ini tentu menjadi contoh baik yang bisa diadopsi,” imbuhnya, menyoroti pentingnya jangkauan organisasi untuk efektifitas program.
Melihat keberhasilan Sleman, politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengakui adanya kesenjangan dengan kondisi di Trenggalek. Ia tidak menampik bahwa pembinaan terhadap PPDI di Kabupaten Trenggalek masih minim. Kondisi ini menjadi PR besar yang harus segera ditindaklanjuti.
Oleh karena itu, Sukarudin menilai perlu adanya optimalisasi peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD dalam mendukung organisasi penyandang disabilitas. Ini bukan hanya soal dana, tetapi juga tentang penguatan kelembagaan, fasilitasi program, dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.












