Example floating
Example floating
Home

Kisah Pilu Balita Raya, Alarm Keras Buruknya Sanitasi dan Kesejahteraan di Desa

Alfi Fida
×

Kisah Pilu Balita Raya, Alarm Keras Buruknya Sanitasi dan Kesejahteraan di Desa

Sebarkan artikel ini
Kisah Pilu Balita Raya, Alarm Keras Buruknya Sanitasi dan Kesejahteraan di Desa

Sukabumi, Memo
Sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan telah terjadi. Balita berusia tiga tahun bernama Raya, dari Kampung Padang Enyang, Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi ribuan cacing.

Cacing-cacing itu bahkan dilaporkan sampai keluar dari hidung, mulut, dan saluran pencernaannya. Kisah pilu ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak tentang masih adanya lingkungan yang tak layak huni di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Menurut dokter yang merawat, Raya meninggal akibat infeksi cacing yang akut, yang diduga kuat karena tinggal di lingkungan yang sangat kotor. Kondisi keluarganya pun memprihatinkan; ibunya menderita gangguan jiwa dan ayahnya mengidap TBC.

Kondisi ini membuat balita malang itu tak mendapatkan perawatan dan sanitasi yang memadai. Cacing-cacing tersebut menyerap oksigen dan nutrisi yang sudah pas-pasan di tubuhnya, menyebabkan kondisi yang sangat kritis.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Menanggapi berita yang viral ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung bertindak. Ia mengaku sangat prihatin dan kecewa mendalam atas kelalaian yang terjadi. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah desa dan pihak-pihak terkait yang lalai menjalankan fungsi pelayanan dasar akan diberi sanksi.

Ia secara khusus menyoroti kegagalan lembaga seperti PKK, Posyandu, dan bidan desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Kematian Raya bukan hanya sekadar kasus medis, melainkan cerminan dari kegagalan sistem pelayanan dasar di tingkat desa. Tragedi ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, masih menjadi masalah serius yang perlu ditangani.

Langkah tegas Dedi Mulyadi diharapkan menjadi awal dari perbaikan menyeluruh, memastikan tidak ada lagi balita lain yang menjadi korban karena lingkungan yang tidak layak.