Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Ketika Bumi Berduka di Trenggalek Sebuah Kisah di Balik Genangan dan Longsor

A. Daroini
×

Ketika Bumi Berduka di Trenggalek Sebuah Kisah di Balik Genangan dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Ketika Bumi Berduka di Trenggalek Sebuah Kisah di Balik Genangan dan Longsor

Namun, duka Trenggalek tak hanya soal air. Di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, bumi seolah tak lagi mampu menahan bebannya. Tanah Longsor di Trenggalek dahsyat menimbun tiga rumah warga, menyisakan kerisauan panjang bagi enam jiwa yang hingga kini masih berstatus hilang.

Tim gabungan, terdiri dari berbagai elemen, terus berjibaku, menyisir setiap jengkal tanah, berharap menemukan tanda-tanda kehidupan. “Hingga Rabu ini, pencarian korban masih menjadi fokus utama petugas di lapangan,” tegas Abdul Muhari, menggambarkan betapa gentingnya situasi.

Baca Juga: Hakim Tipikor Perintahkan Camat Papar dan Purwoasri Kembalikan Uang Suap Perangkat Desa Kediri

Puing-Puing dan Harapan yang Tersisa

Gambaran kerusakan material yang ditorehkan bencana ini juga tak kalah memilukan. BNPB melaporkan, setidaknya 11 rumah terdampak, dengan lima di antaranya rusak parah. Lima ruas jalan penting kini tertutup material longsor, memutus akses dan menyulitkan upaya bantuan. Satu tanggul jebol dan satu jembatan yang rusak menjadi simbol bisu keganasan alam.

Di tengah puing-puing dan genangan, posko darurat telah didirikan oleh BPBD Trenggalek di Kecamatan Trenggalek. Ini menjadi pusat koordinasi, tempat logistik disalurkan, dan para pengungsi menemukan sedikit kehangatan di tengah dinginnya musibah.

Baca Juga: Suap Perangkat Desa Kediri, 25 Kades dan 22 Camat Dikonfrontir, Beri Keterangan Palsu Terancam Pidana

Sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, dan berbagai relawan menjadi denyut nadi harapan, bahwa di balik duka yang melanda, ada kekuatan gotong royong yang tak akan padam. Penanganan Bencana Trenggalek kini menjadi prioritas utama, dengan harapan warga dapat segera bangkit dari keterpurukan ini.