MEMO, Purwokerto: Pada acara Karya Kreatif Serayu (KKS) yang berlangsung dari Jumat (30/6/2023) hingga Minggu (3/7/2023), salah satu momen menarik terjadi saat bedah buku novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari.
Seorang ibu bernama Lilis tampil di sesi tanya-jawab dengan membawa kenang-kenangan istimewa berupa sebuah tas. Tas itu memiliki desain unik yang terinspirasi dari karya sastra Ahmad Tohari.
Baca Juga: Arus Balik Libur Nataru 2025/2026, Berikut Beberapa Stasiun KA Yang Jadi Favorit Penumpang
Kejadian ini menunjukkan bagaimana sebuah karya sastra mampu menginspirasi lahirnya karya seni lainnya.
Kisah Ibu Lilis: Tas Inspiratif dari Novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ untuk Ahmad Tohari
Ada beberapa peristiwa menarik yang terjadi selama acara Karya Kreatif Serayu (KKS) yang berlangsung dari Jumat (30/6/2023) hingga Minggu (3/7/2023).
Baca Juga: Rangkaian Musda VII LDII Kota Kediri tahun 2025, Upayakan Peningkatan Kapasitas Pemuda
Karya Kreatif Serayu 2023: Sastrawan Ahmad Tohari Dihargai dengan Tas Terinspirasi dari ‘Ronggeng Dukuh Paruk
Salah satunya adalah pemberian tas kenang-kenangan kepada sastrawan Ahmad Tohari, penulis terkenal dari novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk.’
Kenang-kenangan itu diberikan saat acara bedah buku ‘Ronggeng Dukuh Paruk.’ Saat sesi tanya-jawab, seorang ibu tiba-tiba muncul dan memberikan tas sebagai kenang-kenangan.
Tas tersebut tidak diberikan tanpa alasan oleh ibu bernama Lilis. Ternyata, tas tersebut didesain terinspirasi dari novel karya Ahmad Tohari, ‘Ronggeng Dukuh Paruk.’
“Baru saja ada penyerahan kenang-kenangan, ini adalah karya Ibu Lilis dari Cemanting Arts Purbalingga. Tas karya Ibu Lilis ini terinspirasi oleh novel Ahmad Tohari yang berjudul ‘Ronggeng Dukuh Paruk’,” kata Fuad Zein Arifin, Pustakawan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Banyumas.
Hal ini dianggap menarik karena sebuah karya sastra dapat menginspirasi pembuatan karya lainnya. “Sangat unik bahwa sebuah karya sastra bisa menginspirasi pembuatan tas yang sangat unik dan indah,” tambahnya.
KKS 2023 mengusung tema ‘UMKM Masuk Mall, Makin Keren Karo QRIS’. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah metode pembayaran yang diakui dan dilindungi oleh Bank Indonesia.
Selain bedah buku, acara ini juga menampilkan sejumlah kegiatan lainnya.
Di antaranya adalah UMKM Expo, penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM, perluasan implementasi QRIS di masjid, penyerahan silabus Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, dan peluncuran buku biografi seorang Sastrawan.
Karya Kreatif Serayu 2023 (KKS 2023) tidak hanya menjadi wadah untuk merayakan karya sastra dan pengaruhnya, tetapi juga sebagai platform untuk memperluas pemahaman dan apresiasi terhadap seni dan budaya.
Melalui pemberian tas kenang-kenangan yang unik kepada penulis Ahmad Tohari, kita melihat betapa kuatnya pengaruh sebuah karya sastra dalam menciptakan inspirasi bagi karya lainnya.
Acara ini juga menampilkan berbagai kegiatan lainnya, seperti UMKM Expo, penyerahan sertifikat halal, dan peluncuran buku biografi sastrawan.
Dengan tema ‘UMKM Masuk Mall, Makin Keren Karo QRIS’, KKS 2023 mendorong kolaborasi antara seni, budaya, dan sektor bisnis untuk memajukan komunitas lokal.












