MEMO – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjalin kolaborasi strategis dengan InJourney untuk meningkatkan daya saing produk-produk ekonomi kreatif Indonesia. Dengan potensi besar yang dimiliki, karya kreatif Indonesia diharapkan mampu menarik perhatian lebih banyak masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Kami sangat antusias dapat menjalin kerja sama dengan InJourney, terutama dalam meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif. Kami siap untuk berkolaborasi penuh,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (18/1/2025).
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Irene menjelaskan bahwa terdapat tiga potensi utama dalam kerja sama ini. Fokus kolaborasi meliputi pengembangan produk ekonomi kreatif yang inovatif melalui aset-aset yang dimiliki oleh InJourney, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga konsep Reading Corner.
“Saya setuju dengan ide menghadirkan Game Corner di bandara yang dapat difungsikan juga sebagai Meeting Corner. Dengan menggandeng InJourney, yang memiliki aset penting seperti bandara dan TMII, kami bisa menciptakan aktivasi ekonomi kreatif yang berkontribusi signifikan pada perkembangan sektor ini,” jelas Irene.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Menurutnya, kerja sama ini merupakan strategi penting untuk memperkenalkan karya-karya lokal ke pasar internasional. “Produk ekonomi kreatif Indonesia sejatinya tidak kalah bersaing dengan produk internasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan karya anak bangsa dikenal lebih luas, terutama menjelang hari-hari besar,” tambahnya.
Corporate Secretary Group Head InJourney, Yudhistira Setiawan, menyambut positif rencana kerja sama ini. Ia menyebutnya sebagai langkah awal menuju pengembangan kolaborasi yang lebih besar di masa mendatang.
Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat
“Kerja sama antara InJourney dan Kemenekraf merupakan langkah yang sangat dinantikan. Kami percaya ini dapat mendorong perkembangan ekonomi kreatif Indonesia melalui aktivasi yang menarik dan inovatif,” kata Yudhistira.
Ia berharap kerja sama ini dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, karya pelaku ekonomi kreatif dan produk lokal berbasis kekayaan intelektual (IP) dapat lebih dikenal, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi banyak pihak.












