Bagi suporter, ini adalah kabar yang pahit. Antusiasme untuk menyaksikan tim kebanggaan berlaga di kandang sendiri harus tertunda. Namun, mereka juga memahami bahwa renovasi stadion adalah langkah penting demi masa depan klub.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada jadwal pertandingan, tetapi juga pada psikologi pemain. Dukungan langsung dari suporter di laga kandang sering kali menjadi faktor penentu kemenangan. Dengan penukaran jadwal ini, Persik Kediri harus beradaptasi dan mencari cara lain untuk mengumpulkan poin di awal musim.
Pertukaran laga ini bukan hanya sekadar urusan teknis, melainkan juga cerminan dari komitmen klub untuk memiliki fasilitas yang lebih baik, meskipun harus mengorbankan keuntungan di awal musim. Para penggemar pun kini menantikan kapan Stadion Brawijaya selesai direnovasi, agar mereka bisa kembali menjadi “pemain ke-12” dan membawa Persik Kediri meraih kejayaan di kandang sendiri.












