Ketika suara panggilan gajah lain diputar, gajah tersebut merespons dengan antusiasme dan positif. Namun, respon mereka lebih rendah ketika suara panggilan dari gajah lain yang tidak dikenal diputar.
Menurut ahli ekologi perilaku dari Colorado State University, gajah dapat menentukan apakah suatu panggilan ditujukan kepada mereka hanya dari suara panggilan itu sendiri, meskipun tanpa konteks aslinya.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Berbeda dengan lumba-lumba dan burung beo yang mampu meniru suara spesies lain, gajah menggunakan suara yang orisinal untuk memberi nama pada sesama mereka, menunjukkan kemampuan mereka dalam berpikir abstrak.
Para peneliti mendorong penelitian lebih lanjut untuk memahami asal-usul evolusi kemampuan ini, mengingat perbedaan evolusi gajah dengan primata dan cetacea sekitar 90 juta tahun yang lalu.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Frank Pope dari Save the Elephants mengatakan bahwa gajah, seperti manusia, memiliki kesamaan dalam kehidupan sosial yang kompleks dan penggunaan nama untuk memanggil sesama adalah awal dari pemahaman mendalam tentang perilaku mereka.
Pemahaman Mendalam tentang Komunikasi Gajah Sabana: Penggunaan Nama dan Kompleksitas Komunikasi dalam Kawanan Gajah
Studi mendalam ini menyoroti kompleksitas komunikasi gajah sabana Afrika, yang tidak hanya membedakan panggilan satu sama lain tetapi juga merespons dengan cara yang terkoordinasi dan penuh makna. Penggunaan nama unik ini oleh gajah dewasa untuk memanggil sesama mereka menunjukkan tingkat kecerdasan sosial dan kemampuan berpikir abstrak yang luar biasa dalam dunia hewan.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele












