Sopir kendaraan, yang diidentifikasi bernama Muhammad Romli, turut mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam pemantauan medis sebelum nantinya dimintai keterangan lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas Polres Mojokerto mengenai penyebab pasti kegagalan fungsi rem tersebut.
Daftar korban yang dirawat di RSUD Sumberglagah meliputi beberapa nama di antaranya Siti Fatimah, Nurul Hafsah, dan beberapa balita yang turut dalam rombongan. Kehadiran anak-anak dalam manifes penumpang ini menambah keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.
Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa
Pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan keluarga besar korban di Surabaya guna proses pendampingan dan pemulangan jenazah maupun pasien yang kondisinya mulai stabil.
Hingga saat ini, bangkai kendaraan telah dievakuasi untuk mencegah kemacetan di jalur wisata tersebut. Polisi mengimbau agar para pengendara yang hendak melintasi jalur Pacet-Cangar untuk selalu memastikan kondisi pengereman dalam keadaan maksimal dan memanfaatkan rest area untuk mendinginkan rem guna menghindari risiko brake fade yang kerap menjadi pemicu utama kecelakaan di jalur tengkorak ini.
Baca Juga: Yai Mim Resmi Laporkan Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Karyawan ke Polresta Malang Kota
Kasus kecelakaan ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satlantas Polres Mojokerto. Penyelidikan mendalam mengenai kelayakan jalan kendaraan serta pemeriksaan saksi mata di lokasi kejadian masih terus dilakukan untuk menentukan status hukum selanjutnya.
FAQ
Korban meninggal dunia adalah Sumiati (55), warga Tambak Gringsing, Surabaya.
Para korban dievakuasi ke Puskesmas Pacet dan RSUD Sumberglagah, Mojokerto untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Terdapat total 16 orang di dalam mobil rombongan tersebut, termasuk sopir dan beberapa anak-anak.
Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman (rem blong) saat kendaraan melintasi jalur menurun tajam di kawasan Sendi.












