Example floating
Example floating
Daerah

Keberhasilan Pendampingan Sosial, Saat Keluarga Penerima Maanfaat Sadar Lakukan Graduasi Mandiri | Memo Surabaya

A. Daroini
×

Keberhasilan Pendampingan Sosial, Saat Keluarga Penerima Maanfaat Sadar Lakukan Graduasi Mandiri | Memo Surabaya

Sebarkan artikel ini
Keberhasilan Pendampingan Sosial, Saat Keluarga Penerima Maanfaat Sadar Lakukan Graduasi Mandiri | Memo Surabaya

Mojokerto, Memo
Maraknya Bantuan yang diberikan oleh pemerintah, bertujuan untuk menjadikan masyarakat indonesia menjadi sejahtera. Salah satu bantuan yang bersumber dari kementrian sosial adalah Bantuan PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH).
Di dalam bentuk bantuan ini, memang sudah dibentuk program dan edukasi khusus bagi penerimanya. Selain itu, para penerima manfaat ini juga didampingi oleh Pendamping sosial yang identik dengan sebutan Pendamping PKH.
Bentuk keberhasilan dari pendamping PKH terhadap penerima manfaatnya adalah, bisa menciptakan penerima manfaat melakukan pengunduran diri secara sukarela dikarenakan mereka merasa jika masih banyak yang masih membutuhkan.
Seperti disampaikan Salah satu KPM PKH, “Saya dengan sukarela mengundurkan diri karena merasa saya sudah mampu.” Tuturnya.
Meski dikonfirmasi di lokasi (Balai desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kab. Mojokerto) yang bersangkutan hanya punya aset rumah dan motor PCX namun dengan sukarela melakukan graduasi mandiri.
Sebelum menggali keterangan dari KPM graduasi, disampaikan juga oleh Pendamping PKH Khusnul yang memang mempunyai kewajiban memberikan edukasi terkait kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan juga terkait pengunduran diri KPM.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

banner 300250

Sebelum KPM menanda tangani surat pengunduran diri, pendamping PKH (Khusnul) memastikan ulang agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Seperti yang disampaikan dalam wawancaranya, Khusnul menyampaikan “sebelum melakukan pengunduran diri, saya tanyai. Apakah sudah berunding sama suami? Apakah sudah dipertimbangkan terkait kebutuhan yang ada, karena takutnya akan menjadi penyesalan di kemudian hari.”
Khusnul juga berharap bahwasannya graduasi massal semacam ini bisa terjadi di tempat2 lain, terutama di wilayah kecamatan Puri, dan umumnya Kabupaten Mojokerto. Karena graduasi mandiri merupakan salah satu bentuk keberhasilan edukasi yang dilakukan pendamping sosial terhadap KPM nya.

Di tempat yang sama, kepala desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto juga menyampaikan bahwa alasan yang disampaikan KPM graduasi dengan menyatakan mampu itu sangat mulia. Karena Dwi sisworini (Kades Mlaten) menganggap jika apa yang disampaikan adalah Do’a.
Dan harapan ke depan nya, Dwi berkeinginan supaya bantuan dari pemerintah bisa diberikan pada yang benar benar membutuhkan dan bisa dikatakan tepat orang, tepat sasaran dan tepat Manfa’at. “Pungkasnya”

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

banner 300x250

Baca Lebih Lengkap di Sini