“Makanya saya bilang kalau ditonton khalayak ada dua kemungkinan, antara konten ini futuristik dibikin dulu baru kejadian atau kedua dalam arti menyindir,” katanya.
Meski demikian, Dewa tak mempermasalahkan bagaimana tanggapan dari penonton nanti setelah menyaksikan filmnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jawa Timur Meningkat Setelah Lebaran
Ia hanya berharap agar penonton bisa mengerti bahwa kesuksesan atau kemapanan tidak bisa didapatkan secara instan seperti yang ditampilkan para afiliator.
“Semoga dengan ini membuat mereka sadar bahwa enggak ada kesuksesan atau kemapanan yang instan,” kata Dewa.












