“Sekaligus untuk mengenang sejarah bahwa KRI Nanggala-402 pernah menjadi bagian dari alat utama sistem persenjataan atau alutsista kita selama 40 tahun. KRI Nanggala-402 telah memperkuat dan mendukung tugas pokok jajaran TNI Angkatan Laut dengan baik,” ujarnya.
Kasal Yudo Margono mengungkapkan Monumen Kapal Selam KRI Nanggala-402 didirikan di Surabaya, salah satunya untuk mempermudah keluarga para prajurit yang gugur untuk berziarah.
“Karena mayoritas berdomisili di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya. Dengan begitu kalau mau berziarah tidak perlu ke Banyuwangi atau Laut Bali,” katanya.
Selain itu, monumen tersebut berdiri di samping pangkalan kapal selam TNI Angkatan Laut di Koarmada II Surabaya. Dengan begitu, KRI Nanggala-402 akan terus menjadi bagian dari keluarga besar “Hiu Kencana”.












