
Surabaya, Memo.co.id
Kantor Disperindag Jatim yang terbakar atau diduga dibakar, setelah digeledah KPK dua minggu sebelumnya, menimbulkan berbagai persepsi publik. Apalagi, hingga sekarang belum ditemukan penyebab kebakaran gedung berlantai 2, di Siwalankerto Utara Wonocolo Surabaya tersebut.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Persepsi publik muncul setelah KPK berusaha mencari bukti terkait OTT yang melibatkan anggota DPRD Jatim. Sebelumnya, KPK dan Brimop Polda jatim juga menggeladah beberapa bagian di lantai 2 Kantor Disperindag Jatim. Sedang Kepala Disperindag Jatim Ardy Prasetyawan statusnya sebagai saksi kasus OTT yang melibatkan Ketua Komisi B DPRD Jatim Moch Basuki.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo , ketika disinggung wartawan, mengenai kebakaran tersebut dikaitkan dengan upaya menghilangkan barang bukti penggeledahan kantor oleh KPK pada saat bulan ramadan lalu, menjelaskan bahwa itu sekedar persepsi publik saja.
“Itu kan persepsi, bukan fakta. Urusan perkara hukum KPK, ya KPK yang menyelesaikan. Urusan pelayanan, ya cari tempat lain. Enteng ae (ringan saja),” ujarnya Soekarwo, usai melantik Bupati Sampang Fadhilah Budiono di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis kemarin.
Gubernur mengatakan, masih belum mengetahui penyebab kebakaran di kantor Disperindag. Namun, dengan kejadian kebakaran itu, Soekarwo meminta Bagian Umum dan Dinas PU Cipta Karya untuk mengecek kondisi gedung dinas di lingkungan Pemprov Jatim.
“Saya minta (Bagian) umum sama (Dinas) Cipta Karya untuk cek kabel-kabelnya di seluruh gedung,” jelasnya. Soekarwo mengatakan, kebakaran di kantor Disperindag Jatim itu memang mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat, serta kinerja dari pegawai.
“Nanti akan pindah ke tempat lain. Nanti dicarikan ke tempat lain,” ujarnya.
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini memerintahkan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), untuk melihat ke lokasi kebakaran.
“Juga untuk mencari tempat lain (untuk Disperindag Jatim),” katanya sambil menambahkan, di sekitar area kantor Disperindang Jatim, masih dimungkinkan untuk tempat sementara bagi pegawai yang ruanganya terbakar. ( ed / mar )












