“Joint WHO/FAO Expert Committee on Food Additive (JECFA) yang merupakan tim ahli di bawah WHO dan FAO telah melakukan penilaian risiko. Mereka menyatakan bahwa penggunaan aspartam dalam pangan saat ini masih dianggap aman berdasarkan bukti yang ada,” demikian keterangan resmi dari Badan POM yang dilansir dari pom.go.id, pada Rabu (26/7/2023).
Berdasarkan data tersebut, JECFA menyatakan bahwa seseorang dapat mengonsumsi aspartam hingga sebesar 40 miligram per kilogram berat badan per hari. Artinya, aspartam dianggap aman untuk dikonsumsi dalam batas tersebut setiap harinya.
JECFA juga menyatakan bahwa belum ada bukti yang meyakinkan tentang hubungan antara konsumsi aspartam dan kanker pada manusia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut melalui studi kohort.
IARC dan WHO juga akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai paparan aspartam dan dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkannya pada manusia.
Pentingnya Kajian Lanjut: Aspartam, Kanker, dan Kesehatan Manusia
Setelah melihat hasil penelitian dan pernyataan BPOM mengenai aspartam, tampaknya masih perlu kajian lebih lanjut untuk memahami dampak pemanis buatan ini pada kesehatan manusia.
Meskipun IARC telah mengklasifikasikan aspartam sebagai mungkin menyebabkan kanker pada manusia, JECFA tetap menyatakan bahwa aspartam dalam batas yang ditentukan masih dianggap aman.
Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa
Namun, sebagai konsumen yang bijak, penting untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan ilmiah terkini tentang kandungan aspartam ini untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita.












