Untuk Kecamatan Teweh Tengah, dua kelurahan (Lanjas dan Melayu) dan dua desa (Lemo I dan Lemo II) terdampak, dengan total 3.801 KK atau 13.637 jiwa. Sebanyak 2.267 unit bangunan terendam, termasuk dua unit fasilitas kesehatan, dua unit rumah ibadah, satu unit gedung pemerintah, satu unit jalan, dan satu unit jembatan.
Di Kecamatan Teweh Baru, tujuh desa terendam banjir, dengan 1.951 KK atau 7.250 jiwa terdampak, serta 1.595 unit bangunan. Fasilitas umum yang terimbas meliputi dua unit fasilitas kesehatan, 21 unit rumah ibadah, 18 unit fasilitas pendidikan, satu unit gedung pemerintah, serta tiga unit jalan dan jembatan.
Kecamatan Teweh Selatan mencatat empat desa terdampak banjir, dengan 1.138 KK atau 3.402 jiwa, serta 110 unit bangunan yang terendam. Data mengenai fasilitas umum yang terdampak di kecamatan ini masih dalam proses pendataan oleh BPBD setempat.
Sementara itu, di Kecamatan Montallat, sepuluh desa/kelurahan terdampak, dengan 3.677 KK atau 11.638 jiwa, serta 2.137 unit bangunan yang terendam. Fasilitas umum yang terimbas meliputi 11 unit fasilitas kesehatan, 36 unit rumah ibadah, 30 unit fasilitas pendidikan, 13 unit gedung pemerintah, serta 17 unit jalan dan jembatan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Kecamatan Teweh Timur melaporkan tujuh desa terdampak dengan 957 KK atau 1.684 jiwa, dan Kecamatan Gunung Timang mencatat empat desa terdampak dengan 338 KK atau 980 jiwa. Data mengenai fasilitas umum yang terdampak di kedua kecamatan terakhir ini masih dalam proses pengumpulan.












