Example floating
Example floating
Peristiwa

Kalimantan Tengah Didera Banjir! Puluhan Desa Tenggelam, Ribuan Warga Terisolasi

Avatar
×

Kalimantan Tengah Didera Banjir! Puluhan Desa Tenggelam, Ribuan Warga Terisolasi

Sebarkan artikel ini

MEMO- Kabar duka menyelimuti Barito Utara, Kalimantan Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengumumkan bahwa sebanyak 43 desa yang tersebar di sembilan kecamatan harus berjuang melawan terjangan banjir selama hampir sepekan terakhir. Bencana ini dipicu oleh meluapnya Sungai Barito dan sejumlah anak sungai, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 15 sentimeter hingga mencapai dua meter.

“Mayoritas wilayah yang terdampak musibah ini berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Kami telah bergerak cepat dengan menerjunkan tim untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, serta menyiapkan berbagai langkah penanggulangan, termasuk pendistribusian bantuan darurat,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, dalam keterangannya pada hari Minggu, 20 April 2025.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Lebih lanjut, Rizali merinci sembilan kecamatan yang terendam banjir, meliputi Lahei Barat, Lahei, Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, Montallat, Gunung Purei, Teweh Timur, dan Gunung Timang. Saat ini, imbuhnya, personel BPBD terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi banjir di lapangan.

“Hingga saat ini, syukur alhamdulillah belum ada laporan mengenai korban jiwa. Namun demikian, BPBD mencatat bahwa ribuan warga terdampak oleh bencana ini. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan bangunan milik pemerintah juga tak luput dari genangan air,” jelas Rizali.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Ia memaparkan data rinci mengenai dampak banjir di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Lahei Barat, terdapat 11 desa yang terdampak, dengan total 2.675 Kepala Keluarga (KK) atau 7.626 jiwa, serta 1.985 unit bangunan. Fasilitas umum yang terimbas meliputi empat unit fasilitas kesehatan, 15 unit tempat ibadah, 13 unit fasilitas pendidikan, dan empat unit gedung pemerintah.

Di Kecamatan Lahei, banjir merendam 13 desa, dengan jumlah terdampak mencapai 3.756 KK atau 9.801 jiwa, serta 922 unit bangunan. Fasilitas umum yang terpengaruh mencakup lima unit fasilitas kesehatan, 10 unit tempat ibadah, 11 unit fasilitas pendidikan, 18 unit gedung pemerintah, serta empat unit jalan dan jembatan.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Untuk Kecamatan Teweh Tengah, dua kelurahan (Lanjas dan Melayu) dan dua desa (Lemo I dan Lemo II) terdampak, dengan total 3.801 KK atau 13.637 jiwa. Sebanyak 2.267 unit bangunan terendam, termasuk dua unit fasilitas kesehatan, dua unit rumah ibadah, satu unit gedung pemerintah, satu unit jalan, dan satu unit jembatan.

Di Kecamatan Teweh Baru, tujuh desa terendam banjir, dengan 1.951 KK atau 7.250 jiwa terdampak, serta 1.595 unit bangunan. Fasilitas umum yang terimbas meliputi dua unit fasilitas kesehatan, 21 unit rumah ibadah, 18 unit fasilitas pendidikan, satu unit gedung pemerintah, serta tiga unit jalan dan jembatan.

Kecamatan Teweh Selatan mencatat empat desa terdampak banjir, dengan 1.138 KK atau 3.402 jiwa, serta 110 unit bangunan yang terendam. Data mengenai fasilitas umum yang terdampak di kecamatan ini masih dalam proses pendataan oleh BPBD setempat.

Sementara itu, di Kecamatan Montallat, sepuluh desa/kelurahan terdampak, dengan 3.677 KK atau 11.638 jiwa, serta 2.137 unit bangunan yang terendam. Fasilitas umum yang terimbas meliputi 11 unit fasilitas kesehatan, 36 unit rumah ibadah, 30 unit fasilitas pendidikan, 13 unit gedung pemerintah, serta 17 unit jalan dan jembatan.

Kecamatan Teweh Timur melaporkan tujuh desa terdampak dengan 957 KK atau 1.684 jiwa, dan Kecamatan Gunung Timang mencatat empat desa terdampak dengan 338 KK atau 980 jiwa. Data mengenai fasilitas umum yang terdampak di kedua kecamatan terakhir ini masih dalam proses pengumpulan.