Rute inspeksi terbagi menjadi dua lintasan utama, yaitu lintas utara dan lintas selatan Pulau Jawa. Lintas utara meliputi Stasiun Gambir menuju Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi, hingga Surabaya Gubeng. Sementara lintas selatan dimulai dari Stasiun Gambir, melintasi Bandung, Purwokerto, Solo Balapan, Madiun, Malang, dan berakhir di Surabaya Gubeng.
Selain itu, dalam inspeksi ini, KAI juga memprioritaskan identifikasi titik-titik rawan seperti daerah yang rawan banjir atau longsor, yang bisa mengganggu kelancaran perjalanan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KAI telah menyiagakan 731 petugas ekstra yang siap siaga untuk memantau kondisi jalur, pintu perlintasan, serta posko pemantauan khusus.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi, KAI juga telah menyiapkan manajemen krisis yang dikenal dengan AMUS (Alat, Material, Untuk Siaga), dengan menempatkan peralatan dan personel di sepanjang jalur untuk melakukan perbaikan cepat jika terjadi keadaan darurat.












