MEMO – Kabar kurang menggembirakan datang menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memprediksi adanya penurunan signifikan dalam perputaran uang selama periode Lebaran tahun ini. Menurutnya, penurunan ini merupakan konsekuensi utama dari berkurangnya jumlah masyarakat yang melakukan mudik secara drastis.
Sarman menjelaskan bahwa hasil survei terbaru menunjukkan penurunan jumlah pemudik menjadi sekitar 146,8 juta orang. “Jumlah pemudik tahun ini mengalami penurunan yang cukup tajam, mencapai 24 persen jika dibandingkan dengan hasil survei pada tahun sebelumnya,” ungkap Sarman dalam sebuah diskusi pada hari Kamis (20/3/2025).
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Lebih lanjut, Sarman menekankan bahwa berkurangnya aktivitas mudik secara langsung berdampak pada penurunan tingkat konsumsi masyarakat selama liburan Idul Fitri 2025. Ia berpendapat bahwa melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang menyebabkan prediksi penurunan perputaran uang yang cukup signifikan ini.
“Saat ini, masyarakat cenderung lebih memilih untuk menahan diri dalam berbelanja demi mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka,” ujarnya. Selain itu, Sarman juga menyoroti faktor lain yang turut berkontribusi terhadap penurunan ini, yaitu maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di awal tahun.












