“Saya baru tahu bahwa sebagian orang enggak bisa terima, tapi biar saja. For the sake of the country, I don’t care!” tegasnya, menunjukkan komitmennya yang teguh.
Ketidakpeduliannya ini berakar pada satu tekad besar: membawa laju ekonomi Indonesia berlari lebih kencang. Purbaya sedang memasang target ambisius, yakni mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5% dalam jangka pendek dan menengah.
Untuk mencapai target ini, ia harus mendobrak. Caranya adalah dengan mendorong sektor swasta (private sector) dan sektor pemerintah (government sector) bergerak serentak.
“Jangka pendek-menengah, saya coba hidupkan private sector dan government sector secara bersamaan. Government sudah saya dorong-dorong sedikit, walaupun ada yang marah sana sini, tapi biar saja,” jelasnya.
Pada akhirnya, Purbaya memandang dirinya sebagai perpanjangan tangan yang menjalankan visi percepatan dari Presiden. Sikap koboi tersebut, menurutnya, adalah alat untuk menciptakan gebrakan yang diperlukan demi mewujudkan pertumbuhan yang diimpikan. Selama perintah itu datang dari Presiden untuk kebaikan negara, ia memastikan tidak akan ada perubahan pada gayanya.












