
Jombang, Memo.co.id
Banjir sedalam 2 meter sudah menenggelamkan 4 desa di Kecamatan Mojoagung Jombang Jawa Timur. Ratusan warga dari empat desa di Mojoagung, tadi malam mulai berondong bondong ngungsi ke dataran yang lebih tinggi. Yang terparah adalah di Desa Kademangan Majoagung. Jombang sudah tenggelam, ratusan warga ngungsi.
Salah satu warga dari Kebondalem Kademangan bernama Ridwan (53), mengaku hampir tertimpa musibah terancam teggelam dan terseret banjir. Beruntung, siaga dan cepat menyelamatkan diri. ” Sungai Catak Banteng meluap ke perkampungan, sejak pukul 17.00 WIB. Ketinggian air masuk rumah mencapai 2 meter. Orang dewasa tenggelam,” kata Ridwan kepada wartawan di pengungsian.
Sementara itu, Irwan Susanto, Kepala Dusun Kebondalem, menjelaskan bahwa air bah datang dari wilayah hulu, yakni wilayah Bareng dan Wonosalam yang juga diguyur hujan deras. “Paling dalam 2 meter. Di Dusun Kebondalem sekitar 79 rumah yang terdampak, belum lagi dua dusun lainnya di Desa Kademangan,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Nur Huda mengatakan, selain desa Kademangan, banjir juga menerjang Desa Mancilan, Karobelah dan Janti. Saat ini, BPBD fokus mengevakuasi warga ke tempat aman. Pasalnya, kantor Desa Kademangan yang sebelumnya dijadikan tempat pengungsian pada pukul 23.00 WIB terendam banjir hingga 1 meter.
Untuk memindahkan warga yang mengungsi di balai desa dan balai desanya juga tenggelam akibat air bah, ratusan warga yang ngungsi ditempatkan di Taman Mojoagung. Di lokasi taman kota Mojoagung tersebut, dibuatkan tenda tenda di lokasi taman. Makanan dan perlengkapan lainnya juga disiapkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap pengungsi banjir ini. ( dmr/ tyo )












