“Sekarang inflasinya 2,84 persen, pertumbuhan ekonominya 5,11 persen. Ini adalah kondisi yang sangat baik. Kondisi seperti ini menyegarkan,” tambahnya.
Meskipun demikian, Jokowi menyatakan bahwa tantangan ke depan tidak mudah, termasuk ancaman kekeringan yang diprediksi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Suhu diperkirakan akan mencapai level tertinggi dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, diperkirakan sekitar 50 juta petani akan kekurangan air, yang dapat menyebabkan penurunan pasokan pangan dan kenaikan harga, sehingga inflasi akan meningkat.
“Artinya, kita tidak boleh main-main dengan masalah kekeringan dan gelombang panas. Dampaknya bisa sangat serius terhadap inflasi. Jika stok pangan menipis dan produksi menurun, harga pasti akan naik, sesuai hukum pasar. Ini adalah masalah kehidupan manusia,” tegasnya.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Keberhasilan Pengendalian Inflasi di Indonesia dan Tantangan Masa Depan
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berhasil menunjukkan pencapaian signifikan dalam mengendalikan inflasi. Dari angka 9,6 persen sekitar satu dekade lalu, inflasi kini berada di tingkat 2,84 persen pada Mei 2024. Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah, yang juga didukung oleh koordinasi yang baik dengan para kepala daerah.












