MEMO – Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meluapkan kemarahannya atas serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa keji ini merenggut nyawa enam guru yang tengah berjuang mencerdaskan anak bangsa di wilayah terpencil tersebut.
Dengan nada geram, TB Hasanuddin menyatakan dalam keterangan tertulisnya pada Senin (23/3/2025), bahwa para guru adalah pahlawan sejati yang seharusnya mendapatkan perlindungan, bukan malah menjadi sasaran kekerasan yang tak terperi. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya berdiam diri, melainkan harus segera mengambil tindakan tegas untuk memberantas kelompok yang meresahkan ini hingga ke akarnya.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa serangan yang menyasar para pendidik ini adalah sebuah bentuk teror yang sengaja diciptakan untuk menebar ketakutan sekaligus menghambat kemajuan sumber daya manusia di Papua. Menurutnya, KKB kini bukan lagi sekadar kelompok separatis biasa, tetapi telah menjelma menjadi kelompok teroris yang secara sistematis menghancurkan masa depan generasi penerus Papua.
“Kita wajib memandang ini sebagai ancaman serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Aparat keamanan harus bertindak cepat dan terukur untuk menjamin keamanan di wilayah tersebut serta menindak tegas setiap pelaku yang terlibat,” tegasnya.
TB Hasanuddin juga menyoroti betapa krusialnya penerapan strategi keamanan yang lebih efektif dan terintegrasi di Papua, termasuk memperkuat penjagaan di daerah-daerah yang rawan konflik. Selain itu, ia menekankan pentingnya memastikan perlindungan maksimal bagi para tenaga pendidik dan seluruh masyarakat sipil yang ada di sana.
“Saya mendesak pemerintah untuk mempercepat proses penegakan hukum dan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Kita tidak boleh membiarkan para pelaku kejahatan ini terus meneror masyarakat Papua dan mengganggu stabilitas nasional,” tandasnya.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Sementara itu, Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto membenarkan adanya laporan mengenai serangan KKB terhadap para guru kontrak di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan yang mengakibatkan enam orang tenaga pendidik meninggal dunia. Berdasarkan laporan yang diterima, insiden tragis ini terjadi pada hari Jumat (21/3) sekitar pukul 16.00 WIT, ketika KKB melintas dan melakukan penyerangan hingga merenggut nyawa seorang guru. Kemudian, KKB melanjutkan aksi brutalnya dengan memasuki rumah dan kembali menyerang serta membakar bangunan tersebut, yang menyebabkan enam guru kontrak lainnya turut menjadi korban jiwa.












