Blitar, Memo.co.id
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar menunjukkan kesigapannya dalam merespons ambrolnya jembatan penghubung Desa Banggle dan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Jaka Prasetya: Polri Lebih Kuat Jika Tetap di Bawah Presiden
Jajaran Dinas PUPR Kabupaten Blitar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi jembatan serta menyiapkan langkah penanganan darurat guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal Arifin melalui Kepala Bidang Bina Marga, Hamdan Zulfikri Kurniawan menjelaskan, kerusakan pada jembatan sebenarnya sudah terdeteksi sejak beberapa minggu terakhir. Retakan terjadi pada bagian bangunan bawah jembatan atau abutmen, yang kemudian menyebabkan struktur menjadi tidak stabil.
Baca Juga: Mediasi Pemulihan Artefak Situs Mejo Miring Blitar Buntu Akibat Penolakan Keras Kelompok Spiritual
“Jembatan itu memang sudah beberapa minggu mengalami retak di bangunan bawah. Kami sudah memasang rambu-rambu peringatan beberapa hari sebelumnya, namun sering hilang atau rusak,” ujar Hamdan, (Kamis 22/1/2026).
Menurutnya, pemasangan rambu peringatan dilakukan sebagai langkah awal pengamanan sambil menunggu alokasi anggaran perbaikan yang direncanakan pada tahun 2026. Namun, kondisi struktur jembatan yang terus menurun akhirnya tidak mampu menahan beban dan menyebabkan ambrol total pada bagian tengah jembatan.
Baca Juga: Aksi Pengambilan Artefak Situs Mejo Miring Blitar Picu Kontroversi Kelompok Spiritua
“Hari ini ambrol total di bagian tengah. Begitu mendapat laporan, kami langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk respons cepat, Dinas PUPR Kabupaten Blitar memastikan penanganan darurat segera dilakukan melalui Unit Reaksi Cepat (URC). Pihaknya berencana mendatangkan alat berat pada keesokan harinya untuk melakukan pembongkaran terhadap bangunan jembatan lama yang ambrol.












