Selain kabar duka, Sugiyo juga menyampaikan bahwa terdapat 14 jemaah haji asal Jawa Timur lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di Tanah Suci karena sakit.
Kondisi ini memerlukan pemantauan ketat dari tim kesehatan haji. Untuk jemaah yang masih dalam perawatan dan tidak memungkinkan untuk kembali sesuai jadwal kloter awal, mereka akan menjalani proses tanazul. “14 jemaah haji tadi yang saya sebutkan tadi, itu nanti di tanazulkan kepulangannya ke tanah air mengikuti kloter berikutnya,” tutup Sugiyo.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Proses tanazul kloter ini memastikan bahwa jemaah yang sakit dapat kembali ke Tanah Air setelah kondisi mereka membaik dan mendapatkan pengawasan medis yang memadai selama perjalanan.
Data ini menjadi pengingat penting akan urgensi pemeriksaan kesehatan haji yang menyeluruh sebelum keberangkatan. Kesiapan fisik dan kondisi kesehatan prima sangat dibutuhkan mengingat ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan stamina tinggi.
Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan terus mengimbau calon jemaah untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan melaporkan riwayat penyakit agar mendapatkan penanganan yang tepat.












