Example floating
Example floating
NGANJUK

Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, Dinas PPKB Gelar Safari KB Di 20 Puskesmas

Mulyadi Memo
×

Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, Dinas PPKB Gelar Safari KB Di 20 Puskesmas

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Dalam rangka untuk mendukung program pemerintah bidang keluarga berencana ( KB) menuju keluarga kecil sehat sejahtera serta terjaga kesehatan seksual dan reproduksi. Juga untuk menekan lonjakkan angka pertumbuhan penduduk, pemerintah gencar jemput bola memberikan layanan gratis ber KB bagi masyarakat luas.

Lebih lebih pada moment menyambut datangnya Hari Kontrasepsi Sedunia ( HKS) yang diperingati setiap tahunnya jatuh pada tanggal 26 September, sudah dipastikan pemerintah daerah melalui OPD terkait akan melakukan safari KB ke sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat ( PKM) di masing masing kecamatan.

Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

Seperti halnya di Kabupaten Nganjuk. Agenda safari KB dijadwalkan akan dimulai dan dilaksanakan di sejumlah PKM di Nganjuk secara bergantian. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DPPKB) sebagai leading sektor atau pelaksana kegiatan dalam agenda safari KB tahun ini.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

” Safari KB tahun ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama 12 hari. Dimulai tanggal 1 sampai tanggal 12 September. Hari pertama layanan gratis KB di buka di Puskesmas Kertosono pada tanggal 2 September dengan jumlah peserta aseptor sebanyak 38 orang,” jelas Kepala Dinas PPKB Nganjuk, Dra. Asti Widyartini, M.Si.

Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa

Dan untuk hari ketiga ( Kamis,4/09/2025) , safari KB masih kata Asti akan dilaksanakan di dua tempat sekaligus. Yaitu di Puskesmas Brebek dan Puskesmas Sukomoro.

” Jumlah peserta KB di dua tempat tersebut ditargetkan mencapai 96 akseptor.Untuk Puskesmas Brebek pagunya ada 66 akseptor. Sedangkan di Puskesmas Sukomoro pagunya ada 30 akseptor,” imbuh Asti Wodiyartini.

Ditanya wartawan apa pentingnya ber KB ?. Dijelaskan Asti Widyartini ada beberapa aspek yang harus diketahui masyarakat mengapa ber KB itu penting.

Di antaranya untuk mengatur jarak kelahiran, menjaga kesehatan reproduksi , menurunkan kasus stunting termasuk membangun keluarga sehat dan sejahtera.
” Tidak kalah pentingnya, tujuan KB juga untuk upaya pengendalian jumlah penduduk,” kata Asti Widyartini.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Keluarga Berencana, Agus Zainal Abidin menambahkan jenis layanan KB dalam agenda safari KB selama 12 hari ini yaitu KB implan dan KB IUD.

” Sebelum masuk ruang Layanan KB, para calon akseptor harus menjalani screening kesehatan dulu. Kalau dinyatakan sehat maka bisa mendapatkan layanan KB gratis. Baik metedo KB implan maupun IUD. ,” papar Agus Zainal Abidin.

Disinggung juga oleh Agus Zaenal bahwa peran dinas selama ini memfasilitasi anggaran kegiatan, menyediakan tenaga penyuluh dan tenaga pendamping KB yang tersebar di kecamatan dan desa.

Dari 20 kecamatan lebih lanjut disampaikan Agus Zaenal bahwa calon akseptor terbanyak ada di Kecamatan Ngronggot sebanyak 126 otang. Disusul rangking ke dua ada di kecamatan Tanjunganom yaitu sebanyak 96 akseptor. Dan untuk urutan ke tiga terbanyak ada di kecamatan Rejoso sebanyak 87 orang.

” Pencapaian angka itu menunjukkan kesadaran masyarakat ikut KB sudah ada,” pungkasnya. ( Adi)