Lebih lanjut, Eri mengungkapkan bahwa hingga saat ini program MBG belum menyentuh pondok pesantren di Kota Bekasi, meskipun pihak kelurahan sudah melakukan pendataan sejak lama.
“Sampai sekarang baru sebatas pendataan saja, itu pun hanya sekadar mencatat jumlah santri laki-laki dan perempuan, tanpa ada kejelasan kapan program ini mulai diterapkan di pesantren,” katanya dengan nada kecewa.
Hingga kini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dinantikan realisasinya oleh banyak pihak, terutama di lingkungan pondok pesantren yang seharusnya juga menjadi prioritas penerima manfaat.
Namun, tanpa pengawasan yang jelas dan komitmen kuat dari pemerintah, program ini dikhawatirkan hanya menjadi proyek politik sesaat tanpa dampak nyata bagi masyarakat.












