MEMO – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya pasokan air baku dari Waduk Karian di Serpong untuk segera masuk ke Jakarta sebelum tahun 2030. Hal ini krusial untuk mewujudkan target cakupan layanan air bersih 100 persen bagi warga Jakarta.
“Waduk Karian sudah rampung, dan memang diproyeksikan untuk memasok bahan baku air bagi Jakarta,” ungkap Rano dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Menurutnya, Waduk Karian memiliki kapasitas tampung air sebesar 314 juta meter kubik. Nantinya, air tampungan ini akan diolah menjadi air siap minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong dengan kapasitas 4.600 liter per detik.
Ia menambahkan bahwa salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno, adalah memperluas cakupan layanan air perpipaan hingga 100 persen bagi seluruh warga Jakarta.
Oleh karena itu, Wagub Rano mendorong agar pasokan air baku dari Waduk Karian dapat segera terealisasi sebelum tahun 2030.
“Waduk Karian harus bisa mengalir ke Jakarta sebelum 2030. Jika tidak, target 100 persen cakupan layanan air bersih bagi warga Jakarta akan sulit tercapai,” tegasnya.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengakui bahwa realisasi pasokan air baku dari Waduk Karian ke Jakarta sangat bergantung pada percepatan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
PAM Jaya telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan agar pasokan air baku dari Waduk Karian ke Jakarta dapat dieksekusi sebelum tahun 2030.
“Realisasi Karian sangat bergantung pada Kementerian PU. Seharusnya, pada akhir tahun 2020 sudah berjalan. Namun, jika tidak salah, sudah terjadi 4 kali adendum pada sisi pola Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kami sedikit pesimis terkait target pasokan air Waduk Karian ke Jakarta,” ungkapnya.
Arief menjelaskan bahwa salah satu kendala utama adalah pembangunan jalur air (water way) yang belum juga terealisasi. Selain itu, pemerintah pusat juga belum membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Serpong yang akan mengolah air baku dari Waduk Karian.
“Kami sudah mengirimkan surat, meminta kepastian agar tidak terjadi penundaan. Karena kami tidak bisa memindahkan pasokan air dari Jakarta Timur ke Jakarta Barat, pipa yang dibutuhkan terlalu panjang,” jelasnya.












