Jairi juga menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan lembaga pendukung lainnya agar pengembangan durian lokal tidak berhenti pada acara seremonial semata.
“Kegiatan ini harus berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu hadir, termasuk dalam hal pendampingan petani, akses permodalan, hingga pemasaran. Dengan begitu durian lokal Blitar bisa punya identitas dan nilai jual yang kuat,” tegasnya.
Baca Juga: Pengawasan Diduga Longgar, Ketua SMSI Soroti Proses Penerbitan SLHS di Kabupaten Blitar
Sementara itu, Direktur Utama Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jatim), Irwan Eka Wijaya, turut mengapresiasi digelarnya Pasar Hortikultura dan kontes durian tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya menguntungkan petani durian, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM lainnya, mulai dari pedagang, pengolah hasil pertanian, hingga sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan,” kata Irwan.
Baca Juga: BUMDes Bululawang Disorot, Dana Rp135 Juta Diduga Tak Jelas Realisasinya
Ia menambahkan, BPR Jatim siap mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi petani dan pelaku UMKM agar potensi lokal seperti durian Blitar dapat berkembang secara optimal.
Dengan adanya Pasar Hortikultura dan kontes durian ini, diharapkan harga durian lokal Blitar semakin meningkat, identitas produk lokal semakin kuat, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Blitar. **
Baca Juga: Jam Operasional Terbatas, Pedagang Grosir Wlingi Tuntut Pasar Khusus












