Lebih lanjut, Dr. Imam menyatakan bahwa 78% lulusan melanjutkan bekerja, 6% memilih berwirausaha, dan 4,8% memilih untuk melanjutkan studi. Para lulusan ITS telah menyebar di berbagai sektor, termasuk industri nasional dan multinasional, industri swasta nasional, industri regional, dan sebagian menjadi pegawai negeri.
Meskipun industri masih mendominasi sektor tempat lulusan ITS bekerja, Dr. Imam berpendapat bahwa potensi lulusan bisa diperluas lebih jauh lagi.
Dosen Departemen Teknik Fisika tersebut mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterima ITS adalah langkah awal yang kuat untuk meningkatkan kesuksesan mahasiswa. Ia melihat kesempatan ini sebagai momen untuk merancang program-program baru yang dapat memaksimalkan kemampuan, minat, dan bakat mahasiswa.
Ditmawa ITS telah mendukung pengembangan mahasiswa melalui berbagai program, seperti Career Development Program, beasiswa talent scouting, bursa karir, dan kegiatan lainnya. Program-program ini tidak hanya mendukung aspek akademis, tetapi juga membekali para mahasiswa dengan sertifikat keprofesian dan relasi dengan berbagai perusahaan mitra, sehingga potensi mereka dapat dikenali oleh para perusahaan.
Dalam sambutannya, Prof. Ir. Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN Eng, Direktur Ditjen Diktiristek, berharap bahwa dengan peningkatan IKU seluruh perguruan tinggi tahun 2022, pemerataan produktivitas perguruan tinggi dapat terwujud. Hal ini akan diukur melalui 8 IKU. Selain itu, ia juga berharap setiap perguruan tinggi dapat segera mempersiapkan dana abadi untuk menjaga kesejahteraan mereka masing-masing.












