Memo,Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam Liga PTN-BH dengan kemenangan gemilang.
Lulusan mereka terbukti sangat kompetitif, mampu mendapatkan pekerjaan dengan cepat, berwirausaha, dan melanjutkan studi.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Prestasi ini membuktikan dedikasi ITS dalam mencetak lulusan berkualitas yang berkontribusi langsung pada masyarakat dan mencapai standar internasional.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kembali Berjaya di Liga PTN-BH
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih Penghargaan Unggulan Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) pada Jumat (21/7/2023), menegaskan kembali prestasi mereka yang sama pada Liga PTN-BH 2021/2022.
Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) dan membuktikan keberhasilan ITS dalam mencetak lulusan yang cepat mendapat pekerjaan yang layak, berwirausaha, dan melanjutkan studi.
Torehkan Prestasi, 88,8% Lulusan ITS Sudah Memenuhi Syarat IKU
Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 3/M/2021, IKU merupakan ukuran utama bagi perguruan tinggi dalam mencapai adaptabilitas dan luaran yang lebih konkret. Tujuan IKU adalah agar setiap perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung mencapai standar internasional.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Dr. Imam Abadi ST MT, Direktur Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 88,8% alumni ITS angkatan 2021 telah memenuhi syarat penilaian IKU, yaitu memiliki penghasilan perbulan setidaknya 1,2 kali lebih besar dari Upah Minimum Regional (UMR).
Lebih lanjut, Dr. Imam menyatakan bahwa 78% lulusan melanjutkan bekerja, 6% memilih berwirausaha, dan 4,8% memilih untuk melanjutkan studi. Para lulusan ITS telah menyebar di berbagai sektor, termasuk industri nasional dan multinasional, industri swasta nasional, industri regional, dan sebagian menjadi pegawai negeri.
Meskipun industri masih mendominasi sektor tempat lulusan ITS bekerja, Dr. Imam berpendapat bahwa potensi lulusan bisa diperluas lebih jauh lagi.
Dosen Departemen Teknik Fisika tersebut mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterima ITS adalah langkah awal yang kuat untuk meningkatkan kesuksesan mahasiswa. Ia melihat kesempatan ini sebagai momen untuk merancang program-program baru yang dapat memaksimalkan kemampuan, minat, dan bakat mahasiswa.
Ditmawa ITS telah mendukung pengembangan mahasiswa melalui berbagai program, seperti Career Development Program, beasiswa talent scouting, bursa karir, dan kegiatan lainnya. Program-program ini tidak hanya mendukung aspek akademis, tetapi juga membekali para mahasiswa dengan sertifikat keprofesian dan relasi dengan berbagai perusahaan mitra, sehingga potensi mereka dapat dikenali oleh para perusahaan.
Dalam sambutannya, Prof. Ir. Nizam MSc DIC PhD IPU ASEAN Eng, Direktur Ditjen Diktiristek, berharap bahwa dengan peningkatan IKU seluruh perguruan tinggi tahun 2022, pemerataan produktivitas perguruan tinggi dapat terwujud. Hal ini akan diukur melalui 8 IKU. Selain itu, ia juga berharap setiap perguruan tinggi dapat segera mempersiapkan dana abadi untuk menjaga kesejahteraan mereka masing-masing.












