Pamekasan, Memo
Di balik gemerlap kesuksesan CV Ayunda Permata Sejahtera, perusahaan rokok lokal ternama di Pamekasan, Madura, kini tersimpan kisah yang jauh dari asap tembakau dan keuntungan bisnis. Kisah ini adalah tentang sebuah bisikan—sebuah rumor—yang secara tiba-tiba menyeruak dari ruang privat keluarga dan mengguncang ketenangan masyarakat luas.
Sosok sentral dari kisah ini adalah Bambang Budianto (BB), sang pemilik dan direktur utama yang selama ini dikenal sebagai pilar ekonomi lokal.
Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan
Namun, dalam beberapa hari terakhir, namanya tidak lagi disebut dalam konteks keberhasilan usaha, melainkan dalam lingkaran isu yang sangat sensitif dan dianggap tabu: dugaan pernikahan dengan menantunya sendiri, AV.
Percikan Awal Sebuah Rumor
Awal mula isu ini tidak datang dari laporan resmi atau investigasi jurnalistik. Ia lahir dari desas-desus yang beredar secara daring, memanfaatkan kecepatan media sosial sebagai corong penyebaran. Tidak jelas siapa yang pertama kali melontarkan tudingan tersebut, tetapi dampaknya langsung terasa.
Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman
Banyak warganet dan masyarakat Pamekasan yang terkejut. Bagaimana mungkin figur publik yang dihormati, seorang pengusaha sukses, terseret dalam isu yang secara moral dan agama dianggap terlarang?
Isu pernikahan antara mertua dan menantu bukanlah sekadar gosip biasa. Di mata masyarakat Madura yang kental dengan nilai adat dan agama, hubungan semacam itu dipandang bertentangan dengan etika dan kesucian pernikahan.
Bahkan dalam kerangka hukum di Indonesia, hubungan tersebut jelas tidak dibenarkan. Hal inilah yang membuat kabar ini begitu cepat viral dan memantik api perdebatan publik.
Kebingungan dan Kepercayaan yang Retak
Saat kabar tersebut mulai membanjiri lini masa, fokus publik terpecah. Di satu sisi, ada keterkejutan dan rasa penasaran yang mendalam, mendorong banyak orang untuk mempertanyakan: benarkah isu ini?
Di sisi lain, muncul pula kekecewaan. Reputasi baik yang dibangun Bambang Budianto dan perusahaannya selama bertahun-tahun seolah diuji di palagan opini publik.
Bagi masyarakat lokal, isu ini bukan sekadar berita hiburan. Ini menyangkut figur yang menjadi panutan dan entitas bisnis yang menghidupi banyak keluarga di Pamekasan.
Kegelisahan pun muncul: bagaimana nasib perusahaan jika reputasi pemimpinnya hancur? Bagaimana perasaan keluarga yang sebenarnya menghadapi rumor liar ini?












